Sarasehan Dan Kongres I Pergerakan Kebangsaan Nusa Kinarya Rumah Indonesia

Nusa Kinarya Rumah Indonesia adalah sebuah pergerakan kebangsaan yang memiliki kesamaan motivasi, aspirasi, spirit bahwa Indonesia tanah air kita

Sarasehan Dan Kongres I Pergerakan Kebangsaan Nusa Kinarya Rumah Indonesia
ist
Sarasehan Dan Kongres I Pergerakan Kebangsaan Nusa Kinarya Rumah Indonesia 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Nusa Kinarya Rumah Indonesia adalah sebuah pergerakan kebangsaan yang memiliki keselarasan motivasi, aspirasi dan spirit bahwa Indonesia -- tumpah darah dan tanah air kita.

Rumah yang majemuk sebagai rumah bersama yang menjamin rasa aman, nyaman dan sejahtera bagi warganya, namun juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, tetap menjaga spirit dan nilai-nilai kebangsaan, yang menjadi kompas bagi “manusia Indonesia sejati”, apapun agama/kepercayaanya, ras/ sukunya, bahasa daerah dan warna kulitnya. 

Kita sudah tujuh puluh empat (74) tahun menyatakan kemerdekaan dan melepaskan diri dari penguasaan para kolonial. Sejak saat itu pula, kita adalah sebuah entitas bangsa yang berdaulat di tengah-tengah bangsa-bangsa lain di dunia. 74 tahun bukan lah rentang waktu yang panjang bagi pertumbuhan sebuah bangsa yang berdaulat.

Terlebih untuk sebuah negara-bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Kesadaran para founding fathers kita di masa lalu, akan perlunya persatuan dan kesatuan bangsa di atas keberagaman agama/kepercayaan, etnis/budaya, bahasa dan warna kulit dari seluruh entitas lokal di wilayah nusantara ini lah yang membentuk Indonesia hari ini. 

Rangkaian proses kebangkitan kesadaran berbangsa ini, mendapat momentum dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang sekaligus berfungsi sebagai “gentlemen agreement” dan penegasan komitmen dari para tokoh bangsa yang mewakili berbagai kelompok etnis-budaya dan agama untuk membangun cita-cita kolektif yang melampaui keberagaman dan perbedaan.

Buah dari sumpah sakti para pendiri bangsa tersebut, melahirkan hasrat dan spirit untuk merdeka dari belenggu penjajahan, hingga 17 tahun kemudian, dideklarasikan lah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tidak banyak negara di dunia ini, yang dibangun di atas pondasi keberagaman dan dikokohkan dengan nilai persatuan dan kesatuan yang muncul dari kesadaran diri, bukan diberi oleh bangsa penjajah akan tetapi direbut dan diperjuangkan.

Yang menjadi tantangan nyata kita hari ini adalah bahwa nilai-nilai agung yang menjadi pondasi dan pedoman dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kita, yang semestinya menjadi faktor determinan (penentu), kini dirasakan mulai memudar. Ketika mulai pudar, maka prinsip dan nilai dasar kebangsaan kita, menjadi kurang efektif untuk menerangi relung-relung hati dan menjadi kompas bangsa.

Kesenjangan pembangunan Barat dan Timur adalah tantangan lainnya yang harus kita jawab untuk menjaga kesinambungan prinsip dan nilai dasar kebangsaan kita.

Keberagaman adalah keniscayaan, alam hanya akan mendapatkan manfaat optimal dengan keberagaman. Circle of life, sebagai syarat keberlangsungan hidup suatu lingkungan hanya mungkin terwujud jika ditempati beragam makhluk yg berelasi saling terkait. Lingkungan yang homogen cenderung involutif. Demikian juga dalam kehidupan berbangsa, keberagaman akan memberikan kita kekuatan menjadi bangsa yang besar dan maju.

Untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju diatas pondasi keberagamaan setidaknya 3 hal berikut perlu menjadi perhatian kita bersama secara sungguh-sungguh  adalah, 1. Membangun karakter “manusia Indonesia”, 2. Pemerataan Pembangunan antara wilayah Barat dan Timur Indonesia. 3. Meningkatkan Kebudayaan dan Kearifan Lokal

Sebagai masyarakat yang majemuk kita perlu meningkatkan kekayaan budaya dan kearifan lokal, agar kita tidak melupakan akar budaya dan akar sejarah bangsa kita sendiri.

Dalam rilis yang diterima wartakotalive.com, Sabtu (31/8/2019) dikatakan bahwa Budaya dan Kearifan Lokal adalah salah satu benteng tangguh menghadapi segala pengaruh negatif dari dunia luar.

Itu memang pekerjaan rumah yang perlu kita lakukan, kerjakan dan tuntaskan, sebagai rangkaian kesinambungan proses regenerasi dan estafeta nilai kebangsaan yang terus akan berlaku pada generasi hari ini, generasi masa depan dan generasi selanjutnya.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved