Rusuh Papua

Pemerintah Tahu Siapa Aktor Kerusuhan di Papua, Wiranto Sebut Ada yang Coba Cari Keuntungan

PEMERINTAH mengaku mengetahui aktor penunggang yang membuat Papua dan Papua Barat terus bergejolak hingga saat ini.

Editor: Yaspen Martinus
Grafis Tribun-Video/ Alfin Wahyu
#prayforpapua atas tewasnya 31 pekerja pembangunan jembatan dan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu (2/12/2018). 

PEMERINTAH mengaku mengetahui aktor penunggang yang membuat Papua dan Papua Barat terus bergejolak hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Wiranto seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

"Saya terima laporan dari Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN, memang kerusuhan ini ada yang menunggangi, komporin, provokasi."

Tak Cuma Gara-gara Status Janda, Suami Bunuh Istri karena Dilarang Baca Pesan Mencurigakan

"Ada yang sengaja mendorong agar terjadi kekacauan," ujar Wiranto

"Kami tahu siapa yang mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari kerusuhan."

"Dan kita peringatkan, siapa pun dia, hentikan itu! Karena itu hanya ingin membuat suasana tidak stabil," sambung Wiranto.

Calon Pimpinan KPK Ini Traktir Nasi Padang kepada 250 Personel Brimob yang Hendak Berangkat ke Papua

Terkait siapa aktor penunggang tersebut, apakah dari dalam negeri atau luar negeri, Wiranto enggan menyebutnya dan akan segera ditangani.

"Saya enggak mau nyebut, tapi kami minta agar dihentikan," ucap Wiranto.

Menurut Wiranto, pemerintah telah melakukan berbagai cara agar suasana di tanah Papua berangsur pulih kembali, dan dialog dengan tokoh masyarakat terus dilakukan.

Wasekjen Gerindra Usulkan Jokowi Berkantor di Papua dan Blusukan Naik Motor Bersama Iriana

"Kami bicara apa yang terjadi di sana tidak dalam forum salah menyalahkan."

"Tapi bicara bagaimana segera kita bisa menghentikan kerusuhan, situasi menegangkan, situasi yang panas, bisa masuk suasana damai," papar Wiranto.

Sebelumnya, Mabes Polri mengungkap kronologi unjuk rasa berujung kerusuhan di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

UPDATE Papua: TNI Kerahkan Ratusan Personel Kostrad dan Marinir, Empat Napi Lapas Abepura Kabur

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, awalnya massa yang berunjuk rasa ingin bertemu anggota dewan adat dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

Akan tetapi, ternyata sejumlah anggota dewan tak ada ditempat lantaran tengah melaksanakan kunjungan kerja.

 Tuntutan Referendum Papua Kembali Muncul, Wiranto: NKRI Harga Mati!

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved