Capim KPK

Penasehat KPK Tsani Annafari Curiga Ada yang Ingin Masukan Capim Bermasalah ke KPK, Siapa Tsani?

"Bukan yang mau masuk saja sudah bikin gaduh dan ditolak internal KPK. Nanti jadi kucing kurap. Sibuk garuk-garuk melulu

Penasehat KPK Tsani Annafari  Curiga Ada yang Ingin Masukan Capim Bermasalah ke KPK, Siapa Tsani?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Moh Tsani Annafari saat dilantik sebagai penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Auditorium Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/7/2017). 

Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari mengulang maksudnya menyatakan akan mundur sebagai penasihat KPK bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK periode 2019-2023.

"Penyataan mundur yang saya sampaikan sebenarnya lebih pada upaya mengingatkan semua pihak yaitu pansel, Presiden, DPR, dan masyarakat bahwa pimpinan terpilih berdampak langsung pada kinerja internal KPK.

"Jika yang terpilih bermasalah, maka itu akan langsung mengganggu pelaksanaan tugas internal KPK termasuk tugas penasihat," kata Tsani saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat.

VIDEO : Pansel Capim KPK Kaget Surat Berstempel Rahasia dari KPK Bisa Bocor

Capim KPK Berani Bongkar Kontradiksi Tangkap Tangan yang Spontan dengan Operasi yang Direncanakan

TERUNGKAP Penasehat KPK yang Ancam Mundur itu Ternyata Ikut Daftar Capim KPK, Namun Gugur di Awal

Pada Minggu (25/8) Tsani mengaku akan mundur bila orang-orang yang bermasalah terpilih sebagai komisioner KPK.

Pengunduran dirinya akan ia ajukan sebelum pimpinan dilantik pada 21 Desember 2019.

Atas ancaman mundur Tsani tersebut, anggota pansel capim KPK Hendardi mempersilakan Tsani mundur.

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) Yenti Ganarsih (tengah) bersama tim menyampaikan keterangan pers di  Seketaris Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019). Pansel KPK akan menyerahkan hasil seleksi 10 nama calon pimpinan KPK kepada Presiden Joko Widodo pada Senin, 2 September mendatang.
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) Yenti Ganarsih (tengah) bersama tim menyampaikan keterangan pers di Seketaris Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019). Pansel KPK akan menyerahkan hasil seleksi 10 nama calon pimpinan KPK kepada Presiden Joko Widodo pada Senin, 2 September mendatang. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Hendardi lalu menyoroti pernyataan Tsani seakan ada capim KPK yang tidak berintegritas dan melanggar etika adalah Tsani sendiri yang mengajukan diri sebagai peserta capim KPK 2019-2023 tapi gugur di tahapan awal.

"Jika masalah itu terkait hal mendasar seperti cacat etik, penasihat tidak akan bisa bekerja dan sebaiknya mundur daripada makan gaji buta," kata Tsani lagi seperti ditulis Antara.

Kronologi Massa Bakar Gedung Majelis Rakyat Papua di Jayapura, Polanya Mirip Kerusuhan di Deiyai

Menurut Tsani, ketika ada pernyataan bahwa penasihat KPK akan mundur jika capim bermasalah terpilih dan kemudian ada yang merasa terancam, kemungkinan mereka adalah pihak-pihak yang berniat memasukkan capim bermasalah ke KPK.

"Jika ada yang menganggap itu angin lalu, maka kemungkinan itu adalah pihak-pihak yang tidak paham bagaimana organisasi KPK bekerja serta suasana kebatinan di dalamnya," kata Tsani.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved