Keluarga Korban Pembunuhan yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Pisang Minta Pelakunya Dihukum Mati Saja

“Pelaku tak mampu membayar hutang ke saudara R, pas mau jatuh tempo, pelaku bertemu dengan korban dan melakukan perencanaan pembunuhan,”

Keluarga Korban Pembunuhan yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Pisang Minta Pelakunya Dihukum Mati Saja
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Andi Mardiyansyah (22) tampak terus menunduk, saat Polresta Depok merilis kasusnya yang membunuh Hasbullah di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (30/8/2019). 

Keluarga Hasbullah (35), korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di kebun pisang, meminta agar pembunuh Hasbullah yakni Andi Mardiansyah (22) dihukum mati saja.

Permintaan itu menyusul aadnya pengakuan Andi yang menyebut dirinya terpaksa membunuh Hasbullah lantaran kesal kerap di mintai uang oleh korban untuk membeli minuman keras (miras).

Pihak keluarga kata Umriati, adik bungsu Hasbullah, bahkan ingin sekali bertemu dengan pelaku karena geram atas apa yang telah dilakukan.

“Keluarga sepakat meminta agar pelaku dihukum hukuman mati, tidak ada tawar menawar lagi, karena apa yang pelaku lakukan sangat keji,” papar Umriati dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (30/8/2019) malam.

“Abang saya itu enggak pernah seperti itu (minum miras). Itu hanya karangan dia saja, alibi yang enggak masuk akal,” kata Umriati lagi.

Ia mengatakan, dirinya mengenal Hasbullah sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab kepada keluarga.

“Itu karangannya saja membela diri biar hukumannya ringan. Justru dia yang terkenal banyak utangnya, makanya rampas uang setoran abang saya,” tutur Umriati dengan suara meninggi.

Umriati mengatakan pihak keluarga sama sekali tidak mengenal pelaku sebelumnya. Ia pun meyakini pelaku memang terlilit utang yang menyebabkan pelaku nekat membunuh.

“Kalau abang saya benar meminta uang, kenapa jadi dia yang bawa kabur uang setoran abang saya? Berarti kan memang dia yang butuh duit,” ujar Umriati.

Kesal dimintai uang

Di hadapan awak media, tersangka Andi Mardiyansyah mengaku alasan dirinya membunuh Hasbullah yang tak lain temannya sendiri, lantaran kesal kerap dimintakan uang untuk patungan membeli miras oleh korban.

“Sering di palakin Rp 50.000 buat beli miras, kalau enggak di kasih saya di goblok-goblokin,” ujar Andi saat dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus pembunuhan pedagang ayam potong di Polresta Depok di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (30/8/2019).

Diketahui Andi merupakan penjual daging yang lapaknya bersebelahan dengan lapak Hasbullah.

“Keduanya sudah kenal sejak 2017 lalu,” kata Kapolresta Depok, AKBP Azis Andiansyah.
Permasalahan tak sampai disitu. Andi juga mengaku dirinya memiliki hutang terhadap seseorang berinisial R.

Hutang tersebut berasal lantaran R menyewakan lapak usaha kepada pelaku sebesar Rp 100.000 per hari di Pasar Timbul, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Pelaku tak mampu membayar hutang ke saudara R, pas mau jatuh tempo, pelaku bertemu dengan korban dan melakukan perencanaan pembunuhan,” ujar AKBP Azis Andriansyah.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved