Rusuh Papua

Fahri Hamzah: 'Pemain' di Papua Selalu Banyak

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Jokowi tidak menganggap kecil kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019) 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Jokowi tidak menganggap kecil kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua.

Menurutnya, kerusuhan yang dipicu persekusi dan perlakuan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya tersebut, merupakan persoalan besar yang akar permasalahannya harus dicari secara jeli.

"Persoalan ini ada akar terdalamnya ya, dan akar terdalamnya itu ada dalam hati yang tidak mudah kita baca dengan kasat mata," kata Fahri Hamzah, Jumat (30/8/2019).

Pria Tewas Terbakar Dalam Mobil di Bekasi, Polisi Duga Motif Bunuh Diri

Menurut Fahri Hamzah tugas Jokowi menyelesaikan kasus Papua memang tidak mudah.

Sebagai Presiden Indonesia, Jokowi harus memimpin wilayah yang sangat luas dan beragam.

Belum lagi kesenjangan yang terjadi antara wilayah di Indonesia tidaklah kecil.

Pria Tewas Terbakar Dalam Mobil di Bekasi, Polisi Duga Motif Bunuh Diri

"Ini lah tugas berat pemimpin Indonesia, karena memiliki luas wilayah dan disparitas, baik fisik maupun non fisik yang tidak kecil."

"Jarak antara Jakarta dan Papua itu tidak mengandung jarak fisik, tetapi juga mengandung jarak-jarak lain."

"Termasuk jarak psikologis dan lain sebagainya, yang semuanya harus dijembatani dengan rencana-rencana yang luar biasa," tuturnya.

Diungkap Dahlan Iskan, Gerindra Benarkan Prabowo Punya Lahan di Ibu Kota Baru

Belum lagi, menurut Fahri Hamzah, selalu saja ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan Papua, terutama dunia internasional.

Oleh karena itu, ia berharap Jokowi tidak menganggap kasus di Papua sebagai persoalan remeh temeh, sehingga tindakan yang diambil benar benar cermat dan luar biasa.

"Pihak yang pemain di kasus Papua selalu banyak."

Ibu Kota Pindah, Kemendagri Berniat Usulkan Jakarta Jadi Daerah Otonomi Khusus

"Terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian dan stabilitas di Papua itu tidak pernah selesai," paparnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah juga menegaskan kondisi Papua kini seharusnya lebih diperhatikan ketimbang memikirkan pemindahan ibu kota.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved