Rusuh Papua

Satu Perusuh di Deiyai Papua Tewas Terpanah, Kapolri: Dari Kelompok Penyerang, Kena Kawan Sendiri

Tito Karnavian membantah pihaknya disebut bertanggung jawab atas meninggalnya warga sipil dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Deiyai, Papua.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Presiden mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban serta memerintahkan prajurit TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku dan menjamin pengerjaan jalan Trans Papua tetap berjalan dengan pengamanan petugas keamanan. 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian membantah pihaknya disebut bertanggung jawab atas meninggalnya warga sipil dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Deiyai, Papua.

Sebab, warga sipil yang tewas disebabkan oleh luka dari panah.

Ia menegaskan TNI-Polri tidak pernah menggunakan panah dalam bertugas.

Kronologi Anggota TNI Gugur di Deiyai Papua, Berawal dari Unjuk Rasa, Dua Perusuh Juga Tewas

"Ada satu anggota penyerang juga yang meninggal dunia karena panah," ujar Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

"TNI-Polri tidak pernah gunakan panah, panah ini berasal dari belakang, dari kelompok penyerang sendiri."

"Sehingga kita duga dia meninggal karena terkena panah dari penyerang sendiri," imbuhnya.

Anggota TNI yang Gugur di Deiyai Papua Dibacok dan Dipanah Saat Jaga Kendaraan Berisi Senjata

Ia menjelaskan, secara logika, panah dapat digunakan untuk menyerang hingga jarak 100 meter jauhnya.

Namun, apabila tarikannya kurang, maka bisa saja justru mengenai kawan sendiri dan bukannya lawan.

"Panah itu kan kadang-kadang bisa 100 meter, kadang kalau kurang tarikannya kenanya 50 meter, kena kawan," ungkapnya.

Anggota yang Gugur Dipanah dan Dibacok Baru Dua Bulan Tugas di Papua, Tinggalkan Istri dan Dua Anak

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengatakan, para penyerang yang diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Paniai itu bersembunyi di antara massa saat aksi.

"Rupanya mereka sembunyi di balik massa ini, dan lakukan penyerangan kepada petugas."

"Sehingga petugas yang ada kemudian melakukan pembelaan diri, saya dengar menggunakan peluru karet, sehingga ada juga yang terkena bagian kakinya," bebernya.

Calon Pimpinan: KPK Tidak Sehat dan Butuh Obat

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan gugurnya seorang anggota TNI dalam peristiwa unjuk rasa berujung ricuh di Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

"Peristiwa di Deiyai ini kita sesalkan, sehingga akhirnya ada rekan kita satu anggota TNI yang gugur," ujar Tito Karnavian, ditemui setelah pembukaan Rakernis Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved