Diskusi Publik

AJI: Ketika Wartawan Memberitakan Kasus BUMN, Bukan Berarti Ingin Menjatuhkan BUMN itu

Pentingnya peranan seorang public relations (PR) didalam BUMN untuk mengonfirmasi isu-isu yang sedang beredar, dan kuncinya itu perlu keberanian.

AJI: Ketika Wartawan Memberitakan Kasus BUMN, Bukan Berarti Ingin Menjatuhkan BUMN itu
Dokumentasi Prodi Ilmu Komunikasi UAJ
Pakar Ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Dr Agustinus Prasetyantoko, Perwakilan Pricewaterhouse Coopers Daniel Rembert, Perwakilan BULOG Benny Siga Butarbutar, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan, serta dimoderatori oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UAJ Dr Dorien Kartikawangi dalam Diskusi Ilmiah di Kampus 3 BSD, Tangerang. 

Krisis merupakan hal yang sering dialami banyak perusahaan besar maupun skala kecil, sekaligus jadi ancaman bagi setiap perusahaan dalam mempertahankan reputasinya.

Seperti belakangan ini, krisis yang menimpa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu pesan viral menu 'tulis tangan' di maskapai penerbangan Garuda Indonesia, pemberitaan listrik padam yang melanda PLN, dan krisis kegagalan transaksi online yang berimbas ke Bank Mandiri.

Pakar Ekonomi UAJ, Dr Agustinus Prasetyantoko mengatakan, saat ini BUMN terus mengembangkan korporasinya, seperti mengakuisisi beberapa pembangunan hingga muncul fenomena BUMN menjadi konglomerat atau konglomerasi BUMN.

Maskapai Garuda Indonesia
Maskapai Garuda Indonesia (Wikipedia)

Ini hal positif karena pendapatan meningkat, tapi menimbulkan dampak negatif, yaitu kecemburuan dari aktor ekonomi lain dan hutang negara.

"Keadaan demikian tidak bisa dipungkiri bahwa adanya konglomerasi BUMN maka ada kecemburuan dari industri lain," kata Praseyantoko dalam Diskusi Ilmiah 'Bedah Kasus Krisis BUMN: Multi-Perspektif' di Kampus 3 BSD garapan Program Studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya

Di sisi lain, gencarnya pembangunan membuat modal BUMN tidak cukup maka harus berhutang dan itu merupakan kerawanan bagi BUMN.

Menteri BUMN Ajak Pengusaha Kuliner Karawang Move On Ke LPG Non Subsidi

BUMN PT PII Raih Penghargaan TOP Governance, Risk & Compliance

Prasetyantoko menilai, posisi BUMN tidak terlalu mudah karena harus mengatur ekspektasi dari publik dan ekspektasi dari industri lain.

Sehingga perlu tata kelola manajemen BUMN yang baik. Fakta lain, selain memperbaiki manajemen, BUMN juga harus memperbaiki komunikasi ketika menghadapi krisis.

"BUMN perlu memperbaiki tata kelola manajemennya, baik dari manajemen internal atau komunikasi publiknya agar dapat lebih baik menghadapi krisis," katanya.

PLN
PLN (Istimewa)

Manajemen krisis yang baik, lanjut dia, akan meningkatkan valuasi perusahaan serta kepercayaan pemerintah dan publik.

Halaman
123
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved