Kesehatan

Terlalu Banyak PR Bikin Kesehatan Tubuh dan Kejiwaan Anak-anak Buruk, Orang Tua Juga Ikut Stres

Pope menunjukkan bahwa siswa dapat belajar keterampilan yang menantang ketika lebih sedikit pekerjaan rumah yang ditugaskan.

Terlalu Banyak PR Bikin Kesehatan Tubuh dan Kejiwaan  Anak-anak Buruk, Orang Tua Juga Ikut Stres
Healthline
Ilustrasi anak sedang mengerjakan pekerjaan rumah 

Penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah secara teratur menerima pekerjaan rumah (PR) dalam jumlah lebih tinggi daripada yang direkomendasikan para ahli.

Akibat PR bertumpuk menyebabkan anak stres dan kesehatan anak menurun.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa didorong untuk menangani beban kerja tidak selaras dengan tingkat perkembangan mereka, maka dapat menyebabkan stres signifikan, baik untuk anak-anak dan orang tuanya.

Baik Asosiasi Pendidikan Nasional (NEA) dan PTA Nasional (NPTA) mendukung standar '10 menit pekerjaan rumah per tingkat kelas' dan menetapkan batas umum untuk belajar setelah sekolah.

Untuk anak-anak di kelas satu, berarti 10 menit semalam untuk mengerjakan PR, sedangkan siswa sekolah menengah bisa mengerjakan PR dua jam per malam.

Para ahli mengatakan, ada kerugian nyata bagi anak-anak muda yang didorong untuk melakukan lebih banyak pekerjaan rumah daripada standar "10 menit".

“Data menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pada tingkat ini tidak hanya bermanfaat bagi nilai anak-anak atau IPK.

Menggiring Remaja Berangkat ke Sekolah Lebih Pagi Bikin Kesehatan Anak Buruk, Ini Alasan Para Ahli

Hal itu juga menunjukkan bukti bisa merusak sikap anak tentang sekolah, nilai, kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kualitas hidup.

Studi terbaru menemukan bahwa anak-anak di sekolah dasar awal menerima sekitar tiga kali jumlah pekerjaan rumah yang direkomendasikan.

The American Journal of Family Therapy, pada tahun 2015 melakukan survei kepada lebih 1.100 orang tua di Rhode Island dengan anak-anak usia sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved