Breaking News:

Kilas Balik

KISAH Pasukan Harimau Indonesia Penjaga Terakhir Soekarno, Terkenal Militan sampai Belanda Takut

Indonesia ternyata pernah memiliki Pasukan Harimau Indonesia yang menjadi penjaga terakhir Soekarno.

Editor: Andy Pribadi
Tribun Jambi
KISAH Pasukan Harimau Indonesia Penjaga Terakhir Soekarno, Terkenal Militan sampai Belanda Takut 

mereka memutuskan menjuluki pasukan gerilyanya dengan Pasukan Harimau Indonesia.

Pasukan Harimau Indonesia ini memang terkenal militan karena terdiri dari para pejuang kelompok pelajar SMP

Nasional yang umumnya mahir berbahasa Belanda.

Mereka pernah menyerang dan menduduki Hotel Empres pada 29 Oktober 1945 dari tangan NICA serta berhasil

UPDATE Tiga Tersangka Persekusi Siswi SMK di Bekasi Ditangguhkan Penahannya, Ini Alasan Polisi

membebaskan rekan yang semula ditahan oleh NICA.

Komandan Pasukan Harimau Indonesia adalah Muhammad Syah, Wakil Komandan Robert Wolter Mongisidi,

dan Maulwi Saelan sendiri menjabat sebagai Kepala Staf.

Pasukan Harimau Indonesia memiliki taktik dan strategi tempur khusus.

Pencuri Motor Bersenpi Mainan Ditangkap saat Beraksi di Babelan Bekasi

Sebagaimana dituliskan dalam buku Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Seokarno.

Disebutkan bahwa Pasukan Harimau Indonesia Indonesia menyerang dan merampas persenjataan pasukan

Belanda dengan target individu atau kelompok kecil serdadu NICA, KNIL, polisi, kaki tangan Belanda, serta gudang amunisi.

Jika digambarkan di zaman sekarang, Pasukan Harimau Indonesia bisa disamakan seperti pasukan khusus yang bertempur secara senyap.

Ramalan Zodiak Kamis 29 Agustus 2019 Virgo Sukses, Aquarius Lepas Frustasi, Pisces Beruntung

Mereka mahir melaksanakan sabotase sasaran vital musuh, menimbulkan ketakutan dan kepanikan terhadap

kehidupan sehar-hari pasukan Belanda, menghadang distribusi logistik, dan lainnya.

Oleh sebab itu, pasukan yang dibentuk di Makassar ini sangat populer di era Perang Kemerdekaan.

Robert Wolter Mongisidi yang merupakan personel Pasukan Harimau Indonesia yang paling ditakuti Belanda

Tak Cuma Puasa Tasua dan Puasa Asyura, Ada Amalan Lain Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H

memang berhasil ditangkap dan kemudian dihukum mati pada 5 September 1949.

Ketika akan dieksekusi Mongisidi menolak memakai penutup mata dan tetap meneriakkan pekik “Merdeka!”

sebelum peluru regu tembak menerjangnya.

Di era Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, sosok Mongisidi kembali populer setelah kisah

UPDATE Identifikasi Jasad Pupung dan Dana Rampung Paling Cepat Jumat Pekan Ini

perjuangannya dibuat film bertajuk Tapak-Tapak Kaki Wolter Mongisidi (1982).

Selain diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1973, Mongisidi juga mendapatkan penghargaan

tertinggi dari negara, yakni Bintang Mahaputra.

Nama Mongisidi pun diabadikan sebaga nama bandara, kapal perang, dan satuan militer (TNI).

Ratusan Korban Penipuan Apartemen Fiktif di Jaktim Khawatir Pengembang Kabur ke Luar Negeri

ABRI (TNI) di era Orde Baru memiliki pasukan khusus yang dinamai Pasukan Harimau Indonesia yang bertugas mengawal Presiden secara senyap.

Akan tetapi, keberadaan pasukan yang memiliki kehebatan seperti Kopassus ini masih simpang siur sebab tidak adanya bukti yang otentik.

Padahal sebagai satuan khusus yang dibentuk secara resmi oleh pemerintah,

jika Pasukan Harimau Indonesia memang ada pasti ada bukti dan dokumen otentik. (Januar AS)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Kiprah Pasukan Harimau Indonesia Penjaga Terakhir Soekarno, Belanda Sampai Takut, Setara Kopassus?

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved