Pelayanan Publik

Kecelakaan Beruntun di KM 18 Tol Jakarta Cikampek Memicu Kemacetan Hingga 10 Kilometer

Hendra Damanik mengatakan, tabrakan beruntun terjadi di KM 18A +33 M arah ke Cikampek, sekitar pukul 12.30 WIB.

Kecelakaan Beruntun di KM 18 Tol Jakarta Cikampek Memicu Kemacetan Hingga 10 Kilometer
Warta Kota/Muhammad Azzam
Terjadi tabrakan beruntun di KM 18A Tol Jakarta-Cikampek, pada Rabu (18/8/2019). Imbas terjadi kemacetan hingga 10 kilometer (km). 

Terjadi tabrakan beruntun di KM 18A Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (18/8/2019).

Hal itu mengakibatkan terjadi kemacetan hingga 10 kilometer (km).

Kepala Sub Bagian Humas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Hendra Damanik mengatakan, tabrakan beruntun terjadi di KM 18A +33 M arah ke Cikampek, sekitar pukul 12.30 WIB.

Tabrakan itu melibatkan lima kendaraan, yang terjadi sebagai akibat salah satu mobil berhenti mendadak.

"Tabrakan belakang dari lajur 1, ada rem dadakan dan kurang jaga jarak," ujar Hendra saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019).

Terjadi tabrakan beruntun di KM 18A Tol Jakarta-Cikampek, pada Rabu (18/8/2019). Imbas terjadi kemacetan hingga 10 kilometer (km).
Terjadi tabrakan beruntun di KM 18A Tol Jakarta-Cikampek, pada Rabu (18/8/2019). Imbas terjadi kemacetan hingga 10 kilometer (km). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Kelima mobil itu, Mobil Box, Kijang Inova B 1872 BIT, Honda Brio B 2005 OI, Toyota Fortuner B 1065 FJE, dan Dum Truck B 9105 PYX.

Pihak Jasa Marga bersama Kepolisian mendapatkan laporan itu langsung ke lokasi melakukan penanganan.

"Sempat terjadi kepadatan, sekarang sudah aman, lajur sudah terbuka. Dan petugas kami bersama kepolisian tengah menguraikan kepadatan itu," katanya. 

Istri Korban Pembunuhan Sempat Berupaya untuk Menghubungi Ponsel Suaminya yang Tak Kunjung Dijawab

Dinsos DKI Ungkap Pemberian Pemberian Bantuan Disabilitas Mengacu pada Data Kementerian

Proyek Tol Layang Tidak Kunjung Selesai karena SUTET Meski Kemacetan Jalan Tol Japek Makin Kronis

Sementara itu, penyelesaian konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II elevated atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) terhambat oleh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Titik SUTET itu berada di KM 17 dekat Apartemen Grand Dhika atau dekat Gerbang Tol Bekasi Timur.

Sehingga, di titik yang ada SUTET tersebut belum dipasang box girder.

"Semua box girder sudah dipasang, tersisa 4 saja di KM 17 karena ada SUTET," ujar Pimpinan Proyek Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Suchandra Hutabarat kepada Warta Kota, Rabu (28/8/2019).

Sementara, arus lalu lintas di jalan tol tersebut tidak kunjung lancar, setiap saat terjadi kemacetan kronis sejak ada proyek jalan tol layang tersebut.

Suchandra menjelaskan pemasangan box girder tak bisa dilakukan karena ada tegangan induksi.

"Proyek itu kan melintasi bawa Sutet itu, engga boleh terlalu dekat ada jarak minimal. Maka dari itu kami minta agar dibuat lebih tinggi," ucap dia.

 Mega Kaget karena Tak Mengira Kamarnya Terlalu Kecil Setelah Dia Melihat Hunian DP 0 Rupiah

Kemacetan di jalan tol kian kronis. Penyelesaian konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek terhambat oleh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Kemacetan di jalan tol kian kronis. Penyelesaian konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek terhambat oleh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). (Warta Kota/Muhammad Azzam)
Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved