Pemekaran Wilayah

Politikus Muda Ini Yakin Rahmat Effendi Menang Jika Maju Jadi Calon Gubernur DKI Jakarta

POLITIKUS muda Yogi Kurniawan menyebut Kota Bekasi bukan hanya cocok bergabung dengan DKI Jakarta.

Politikus Muda Ini Yakin Rahmat Effendi Menang Jika Maju Jadi Calon Gubernur DKI Jakarta
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi turut hadir dalam pelantikan 50 Anggota DPRD Kota Bekasi pada Senin (26/8/2019). 

Pemekaran wilayah itu merupakan langkah untuk mengantisipasi perkembangan penduduk Kota dan Kabupaten Bogor yang setiap tahun mengalami peningkatan.

Pemkot Bogor saat ini memang sedang memantapkan rencana perluasan wilayah.

 Kabareskrim Perintahkan Anak Buahnya Selidiki Dugaan Kejahatan Siber Dibalik Listrik Padam Massal

Beberapa wilayah yang diusulkan masuk ke dalam rencana perluasan wilayah Kota Bogor itu antara lain Ciawi, Tamansari, Sukaraja, Ciomas, dan Dramaga.

Daerah-daerah tersebut merupakan wilayah yang berbatasan langsung antara Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor.

Namun di tengah rencana itu, muncul wacana baru soal pembentukan Provinsi Bogor Raya.

 Video Vina Garut Total Ada 44, Dijual di Twitter Rp 50 Ribu

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, opsi pembentukan Provinsi Bogor Raya itu sudah lama diwacanakan sejak tahun 2012.

Bima menuturkan, wilayah-wilayah strategis yang bisa masuk ke dalam pembentukan Provinsi Bogor Raya itu adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

"Ini pun berdasarkan kajian kita dan masukan dari warga. Mungkin opsi lain bukan menambah wilayah baru, tapi dipersempit teritorinya jadi provinsi baru," ucap Bima Arya, Senin (12/8/2019), dikutip dari Kompas.com.

 Apes! Lagi Cek Kamera, Artis Ini Malah Memotret Sosok Putih Nangkring di Atas Pohon

"Kalau temen-temen googling, ide ini sudah lama dari tahun 2012," sambungnya.

Bima Arya menjelaskan, pembentukan Provinsi Bogor Raya tersebut adalah satu dari tiga opsi pilihan lain yang disiapkan untuk memperluas wilayah Kota Bogor.

Perluasan wilayah, kata Bima Arya, perlu dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan penduduk di kota hujan itu.

 Jadi Trending Topic Twitter, Warganet Bilang Vina Menyatukan Indonesia

"Saat ini kan banyak berkembang seolah-olah Kota Bogor ingin mengambil wilayah di Kabupaten Bogor. Saya tidak mau salah dipahami."

"Poinnya adalah Kota Bogor harus mengantisipasi perkembangan penduduk," sebutnya.

Bima Arya mengaku, sejauh ini dirinya baru berkomunikasi dengan Bupati Bogor terkait wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya.

 Jusuf Kalla Bilang Cina Tidak Bakal Serang Indonesia dari Sektor Pertahanan, tapi Lewat Sisi Ini

"Untuk daerah lain belum kita obrolkan. Saya hanya ngobrol intens dengan Bupati Bogor."

"Kita juga sempat membahas soal perluasan wilayah Kota Bogor, bahkan saya juga sempat mengkajinya bersama Bupati," beber Bima Arya.

Rencana Pemerintah Kota Bogor membentuk Provinsi Bogor Raya, memunculkan reaksi dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, salah satunya Kota Depok.

 Kivlan Zen Gugat Wiranto Soal Pam Swakarsa, Kuasa Hukum: Itu Kewenangan Pengadilan Militer

Terkait hal itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad angkat bicara.

"Ada baiknya menyelesaikan permasalahan yang masih muncul di wilayah Bogor lebih dahulu," ujar Idris kepada wartawan, seusai Pisah Sambut Kapolres di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Rabu (14/8/2019).

Permasalahan yang dimaksud Idris adalah proses pemecahan wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.

 Kisah Proklamasi Kemerdekaan RI di Cirebon pada 15 Agustus 1945, Setelah Itu Soekarno-Hatta Diculik

"Karena masalah itu jelas ada dan sudah bertahun tahun, kemudian kebutuhannya juga jelas. Jadi itu dulu yang diselesaikan," papar Idris.

Namun demikian, wacana memisahkan diri dari Jawa barat dinilai Idris tidak terlalu buruk.

Beberapa waktu sebelumnya, sempat dilakukan pembicaraan mengenai temuan masalah krusial di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

 Kepala Bappenas Pastikan Jokowi Besok Umumkan Lokasi Baru Ibu Kota Indonesia

Hasil pembicaraan tersebut pun memunculkan usulan untuk membentuk Provinsi Jakarta Raya.

"Sempat saat itu ada keinginan untuk memunculkan Jabodetabek dipadukan. Tetapi kalau sekadar wacana saja tidak malah, terpenting bisa apa tidak," tuturnya.

Ketika itu, wacana tersebut muncul lantaran membahas mengenai permasalahan bersama yang ada di Jabodetabek.

"Masalah sampah, kemacetan, dan sanitasi, ini tidak bisa diselesaikan satu daerah tanpa kita melihat tetangga kita, jadi, sempat muncul soal Jakarta Raya," ungkap Idris. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved