Ibu Kota Pindah

Fahri Hamzah Nilai Surat Kajian Pemindahan Ibu Kota Bikinan Jokowi Seperti Naskah Pengembang

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik surat kajian pemindahan ibu kota RI yang dikirimkan Presiden Jokowi ke DPR.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019) 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik surat kajian pemindahan ibu kota RI yang dikirimkan Presiden Jokowi ke DPR.

Menurut Fahri Hamzah, isi surat yang berisi 157 halaman PowerPoint itu belum berbentuk naskah akademik atau RUU.

Fahri Hamzah menilai, isi surat kajian tersebut tidak ubahnya naskah pengembang dalam merencanakan pembangunan sebuah hunian.

Diungkap Dahlan Iskan, Gerindra Benarkan Prabowo Punya Lahan di Ibu Kota Baru

Isinya, kata Fahri Hamzah, hanya rencana pembangunan, bukan merancang sebuah ibu kota yang serius.

"Saya baca itu ya mohon maaf, saya baca naskahnya itu naskah ya PowerPoint," kata Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

"Dan gambar-gambarnya itu banyak yang unik-unik lah. Masa disebut membangun hunian yang layak, terus ada gambar kayak hotel dan kamar hotel bintang lima, ini apa? Kayak pengembang," imbuhnya.

Wakabareskrim Janji Hajar Senior dan Koleganya di Polri Jika Ada yang Jadi Tersangka KPK

Fahri Hamzah menyebut, kajian pemindahan ibu kota seharusnya dibahas bersama DPR.

Selain itu, turut melibatkan para sejarawan dan ahli sebelum menentukan lokasi ibu kota.

"Harusnya itu dimulai dari sejarawan dulu, ngomong dulu. Di DPR itu didalami, bikin simposium dulu, kajian, panggil sejarawan, panggil founding fathers," bebernya.

Ibu Kota Pindah, Kemendagri Berniat Usulkan Jakarta Jadi Daerah Otonomi Khusus

DPR membacakan surat kajian pemindahan ibu kota RI yang dikirimkan Presiden Jokowi.

Surat itu dibacakan dalam Rapat Paripurna ke IV masa persidangan 1 tahun 2019-2020, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Sebelumnya, Presiden Jokowi akhirnya mengumumkan lokasi calon ibu kota baru Indonesia, yakni di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utama dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Konsep Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Seperti Bumi Serpong Damai

Kedua kabupaten tersebut berada di Provinsi Kalimatan Timur.

Berikut ini pernyataan lengkap Jokowi saat mengumumkan lokasi ibu kota baru negara, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019):

 BREAKING NEWS: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Negara

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved