Sumur Bersama Berupa Toren Penampung Sumber Mata Air Selamatkan Warga Limo Depok dari Kekeringan Air

Airnya (dalam toren) dari sumber mata air yang ada di bawah, sekitar 50 meter, dipasangin pipa sama pak RT biar warga mudah ambilnya.

Sumur Bersama Berupa Toren Penampung Sumber Mata Air Selamatkan Warga Limo Depok dari Kekeringan Air
warta kota
Seorang bocah sedang mandi di kucuran air di tampungan toren yang sumber airnya disedot dari tanah berkedalaman 50 meter, Minggu (25/8/2019). Toren yang disebut warga sebagai sumur bersama ini sangat membantu warga RT 04 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, yang saat ini juga dilanda kekeringan air. 

Keberadaan toren yang menyedot air dari sumber mata air di Jalan Masjid Al Mujahidin RT 04/06, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, setidaknya menyelamatkan warga yang dilanda kekurangan air bersih.

“Abis lebaran kan enggak hujan-hujan, air yang keluar kecil banget, kalau nadangin paling sehari cuma dapet satu atau dua ember sedang,” ujar Fitri (35), seorang warga ditemui di rumahnya, Minggu (25/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Ada satu toren besar yang ditempatkan di samping rumah seorang warga. Toren berisi air bersih tersebut dikatakan Khodijah (30), warga lainnya, sebagai salah satu sumur bersama.

Warga yang rumahnya kekeringan air kerap mengantre untuk mendapatkan air bersih dari toren tersebut.

“Airnya (dalam toren) dari sumber mata air yang ada di bawah, sekitar 50 meter, dipasangin pipa sama pak RT biar warga mudah ambilnya,” kata Khodijah.

Sudah hampir 5 tahun toren tersebut membantu warga sekitar untuk mendapatkan air bersih.

Khodijah mengatakan, biasanya warga mengantre menjelang subuh dan sore hari selepas ashar.

“Kalau air di sini biasanya buat mandi, kalau buat masak dan minum biasanya warga masih andalkan air dari keran (rumah) masing-masing,” tutur Khodijah.

Kekeringan dikatakan Fitri memang kerap melanda kawasan permukiman tempat tinggalnya. Hanya saja, kemarau kali ini menjadi yang terlama selama hampir tiga tahun terakhir ini.

“Biasanya memang tiga tahun sekali pasti kering apalagi sudah tiga bulan ini enggak hujan,” ujar Fitri.

Kekeringan melanda tiga RT di kawasan RW 06, Kelu­rahan Meruyung yakni RT 01, RT 02, dan RT 04.

Beruntung warga RW 6 dibuatkan satu pusat sumur air bersih yang hanya memungut biaya seikhlasnya bagi warga yang memanfaatkan sumur bersama tersebut.

“Sebenarnya gratis, cuma belakangan ini memang pakai listrik dari Posyandu, jadi warga yang antre dikenakan iuran berapa saja, seikhlasnya,” kata Khodijah.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved