Breaking News:

Berita Jakarta

Rudenim Jakarta Barat Perketat Pengawasan Imigran Pencari Suaka

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Jakarta Barat, Morina Harahap, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk UNHCR terkait

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Hamdi Putra
Salah satu tenda pengungsi dari Afghanistan di trotoar di depan Rudenim Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (20/2). 

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Jakarta Barat, Morina Harahap, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk UNHCR terkait nasib para imigran pencari suaka.

Terlebih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghentikan bantuan pada 31 Agustus mendatang.

Kini bantuan makanan pun sudah tidak lagi didapat oleh para pencari suaka yang menempati eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

Imbasnya kericuhan pun terjadi antar para pencari suaka karena berebut makanan, stok makanan yang sedikit tidak dapat mencukupi jumlah para imigran yang mencapai lebih dari 1000 orang.

"Semuanya tengah mencari proses penyelesaian jadi Rudenim masih bertugas mengawasi sehingga keadaan kondusif," kata Morina, Jumat (23/8/2019).

TERORIS Bajak Pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Todongkan Senjata dan Ancam Ledakkan Pesawat

Disebut Pabrik Susu, Begini Curhatan Aura Kasih yang Kerap Dilecehkan

Ajudan Cantik Iriana Jokowi Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini Geram dengan Netizen yang Melecehkan

Pasca bentrokan yang terjadi membuat beberapa imigran memilih keluar gedung dan menempati area trotoar, mereka pun kini beralaskan terpal sebagai tempat tinggal mereka sementara.

Morina pun meminta warga setempat agar dapat memahami kondisi ini, sekaligus menunggu beberapa pihak untuk mencari solusi terkait nasib para pencari suaka ini kedepannya.

"Sampai ini masih kita cari solusi ini bersama sama. Semua pihak terlibat, tapi tentunya kami akan upayakan pengawasan yang optimal lagi," ujarnya.

Sementara terkait penampung di Rumah Detensi Imigrasi, Morina menyebut jika detensi imigrasi tidak menampung pencari suaka, melainkan menanggani pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 125 tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri.

Ustaz Yusuf Mansur Pajang Foto UAS Masih Remaja, Hingga Bahas Soal Kekuatan Doa dan Selawat

Sehingga Direktorat Jenderal Imigrasi hanya akan membantu pemerintah setempat dengan pengawasan melalui Rumah Detensi Imigrasi.

"Jadi kalo rumah detensi itu Perpres 125 pengawasan administrasi. Jadi kalo tempat penampungan itu kan sudah paham ya siapa yang ada ditampung," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved