Berita Jakarta

Pemilik Kontrakan Alami Kerugian Setelah Sejumlah Penghuni Kabur Tanpa Membayar

Sederet kerugian dialami warga Tanah Galian RW 14 Kelurahan Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur yang menjadi korban pembangunan proyek skala nasi

Pemilik Kontrakan Alami Kerugian Setelah Sejumlah Penghuni Kabur Tanpa Membayar
Warta Kota/Rangga Baskoro
Tatanari, warga RT 11/14, Tanah Galian, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, terpaksa pulang kampung lantaran penggantian lahan tak sesuai, Rabu (24/7/2019) 

Sederet kerugian dialami warga Tanah Galian RW 14 Kelurahan Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur yang menjadi korban pembangunan proyek skala nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Salah satunya warga yang memiliki kontrakan di lokasi tersebut.

Menurut Timotius Samosir (60) bahwa satu per satu penghuninya angkat kaki tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Berdasarkan pantauan Wartakota, kontrakan yang sudah ditinggalkan penyewa kini sebagian tampak lusuh dan penuh debu tak terurus.

Baik kontrakan dan rumah warga pada setiap dinding depannya pun diberi penomeran menggunakan cat berwarna biru penanda bangunan akan digusur.

"Mulai bulan Juli yang ngontrak pada pindah. Mereka pindah diam-diam karena khawatir juga kontrakannya digusur, kalau tiba-tiba digusur kan mereka repot," ujar Timotius kepada Warta Kota di kediamannya, Jumat (23/8/2019).

TERORIS Bajak Pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Todongkan Senjata dan Ancam Ledakkan Pesawat

Lebih lanjut, dia mengatakan ada ratusan kontrakan yang di wilayah Tanah Galian yang pemiliknya masih berupaya meminta ganti rugi lebih ke PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Pemiliknya sih belum setuju, makannya kontrakan belum dibongkar. Kalau sudah setuju kan pemiliknya pasti bongkar bangunan sendiri," katanya.

Tak hanya angkat kaki dari kontrakan secara diam-diam, bahkan sejumlah penyewa yang masih memilih bertahan pun tak membayar uang sewa kepada pemilik.

"Sebenarnya yang punya kontrakan kasihan juga, karena penyewa enggak mau bayar. Penyewa minta kepastian, kalau mereka bayar apa nanti sewaktu-waktu digusur bagaimana," tuturnya.

Disebut Pabrik Susu, Begini Curhatan Aura Kasih yang Kerap Dilecehkan

Permintaan kepastian dari penyewa tersebut tak dapat diberikan pemilik kontrakan karena belum ada kesepakatan antara warga dengan PT PSBI.

Perihal sewa kontrakan, dia mengungkapkan harga sewa kontrakan di wilayah Tanah Galian bervariasi dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

"Harga sewanya lumayan, ada yang Rp 800 ribu, Rp 900 ribu, Rp 1,2 juta per bulan. Ada juga yang lebih mahal, dari Rp 1,5 juta, Rp 1,8 juta, sampai Rp 2 juta per bulan," tutur dia. (M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved