Kemenristekdikti Percepat Proses Penggantian 25 RS PTN Menjadi RS Pendidikan

Kemenristekdikti Percepat Proses Penggantian 25 RS PTN Menjadi RS Pendidikan

Kemenristekdikti Percepat Proses Penggantian 25 RS PTN Menjadi RS Pendidikan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti Prof Arif Junaidi usai acara Konferensi Nasional ke-2 Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARS PTN) di Yogyakarta, Jumat (23/8/2019). 

Wartakotalive.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) saat ini sedang berupaya untuk mendorong 25 Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) menjadi Rumah Sakit Pendidikan (RSP).

Upaya tersebut dilakukan sejak Kemenristekdikti membentuk Komite Bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 2016 lalu, guna membuat sejumlah regulasi.

"Jadi itu adalah komite yang dibentuk antara Kemenristekdikti dan Kemenkes untuk membahas hal-hal yang krusial, salah satunya adalah terkait RS PTN tadi," kata Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti Prof Arif Junaidi saat acara Konferensi Nasional ke-2 Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARS PTN) di Yogyakarta, Jumat (23/8/2019).

Prosesnya saat sedang dalam penyusunan perpres yang menyangkut operasional rumah sakit beserta sistem manajemen tata kelola RS PTN.

Selain itu, proses perubahan untuk menjadi RS Pendidikan membutuhkan upaya peningkatan kualitas sebuah RS PTN.

"Jadi RS Pendidikan itu kan harus memenuhi sesuai standarnya, khususnya terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Jadi harapannya RS Pendidikan bisa intesif program, untuk bisa membantu mahasiswa tingkat provinsi," ujarnya.

Sejauh ini hanya ada 3 RS PTN yang telah ditetapkan sebagai RS Pendidikan, yakni UNAIR, UGM dan UNHAS.

ARS PTN diharapakan bisa berpartisipasi untuk mendorong agar 25 RS PTN lainnya naik tingkat menjadi RS Pendidikan.

"Sesuai dengan arahan Pak Menteri (Menristekdikti Prof Mohamad Nasir) agar ARS PTN dengan dukungan Komite Bersama perlu mempercepat penetapan RS Pendidikan dan melakukan terobosan dalam implementasi RSPTN dan RSGMPTN," ungkap Arif. 

Menristekdikti Mohamad Nasir saat menjadi pembicara di acara ulang tahun Pesantren Tebuireng yang ke-120 di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019).
Menristekdikti Mohamad Nasir saat menjadi pembicara di acara ulang tahun Pesantren Tebuireng yang ke-120 di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019). (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved