Hadiri Acara Ulang Tahun Pesantren Tebuireng, Menristekdikti Ingatkan Pentingnya Nasionalisme

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menghadiri acara ulang tahun Pesantren Tebuireng yang ke-120 di Jombang, Jawa Timur.

Hadiri Acara Ulang Tahun Pesantren Tebuireng, Menristekdikti Ingatkan Pentingnya Nasionalisme
Warta Kota/Rangga Baskoro
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir saat menghadiri acara ulang tahun Pesantren Tebuireng yang ke-120 tahun di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019). 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menghadiri acara ulang tahun Pesantren Tebuireng yang ke-120 tahun di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/8/2019).

Dalam sambutannya menteri mengingatkan agar pendidikan agama yang ditanamkan oleh para siswa pesantren dibarengi dengan dipupuknya rasa nasionalisme.

"Jadi di dalam pendidikan itu supaya muncul rasa nasionalisme, harus saling bersinergi. Kalau orang religius, pasti nasionalis, begitu sebaliknya," ujar Nasir di lokasi acara.

Tingkatkan Nasionalisme, Andien Aisyah Ingin Indonesia Maju dan Bersatu

Dipupuknya rasa tersebut nantinya akan berujung pada munculnya rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia, seperti yang disampaikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

"Sampai muncul rasa perjuangan Hubbul Wathon Minal Iman, mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Ini adalah yang Kiai Haji Abdul Wahab pendiri NU. Ini adalah satu inspirasi bagi kita bagaimana menyatukan nasionalisme dan agama. Harus kita kembangkan lagi pemikiran seperti itu," tuturnya.

Kegagalan dalam menanamkan nilai nasionalisme akan bermuara pada munculnya gerakan ekstrimis yang mengancam NKRI.

VIDEO : Tunjukan Nasionalisme, Dhilasaptogino Menikah di Hari Kemerdekaan

"Maka orang akan berpikir kembali bagaimana membangun HTI atau khilafah, itu kita bersihkan lah, jangan. Kita sudah ada pendiri bangsa yang sudah memadukan negara dan bangsa. Empat pilar kebangsaan mari kita jaga dengan baik yaitu NKRI, pancasila sebagai ideologi negara, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika," kata Nasir.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved