Berita Video

VIDEO: KPAI Datangi Sekolah SMK Korban Persekusi dan Bully di Bekasi

"Kita sudah berkomunikasi dengan LPsK terkait masalah ini. Mereka siap dampingi korban. Karena korban ini mau sekolah tapi takut kenapa-kenapa saat di

VIDEO: KPAI Datangi Sekolah SMK Korban Persekusi dan Bully di Bekasi
Kolase foto Youtube/Wartakotalive.com
Viral video siswi SMK dibully kakak kelas dituduh perusak rumah tangga hingga orang tua korban laporkan kasusnya ke Polres Kota Bekasi 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi tempat korban persekusi bersekolah di SMK Teknologi Nasional, Jalan Irigasi II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Jumat (23/8/2019).

Jajaran KPAI datang ke sekolah sekitar pukul 13.20 WIB. Mereka cukup lama berada dialam dan baru keluar sekitar pukul 14.45 WIB.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan kedatangannya untuk memastikan tempat sekolah korban maupun pelaku.

Meskipun tak ada laporan soal tindak persekusi kepada lembaganya, akan tetapi dikarenakan hal ini sudah menjadi viral dan ramai pemberitaan sehingga lembaganya berinisiatif datang.

"Tugas KPAI kan harus aktif tak perlu tunggu laporan, tadi paginya kami menemui korban dan keluarga. Barusan kami temui sekolah," ujar Retno kepada awak media, Jumat (23/8/2019).

KPAI berbincang dengan sekolah terkait bagiamana kelanjutan pendidikan baik korban maupun pelaku.

"Salah satu pelaku kan sekolah disitu juga, kakak kelas korban. Kita datang pastikan agar anak-anak ini mendapatkan hak pendidikannya," jelas dia.

Selain itu, Retno menuturkan pihaknya akan melakukan pengawasan langsung terkait kasus persekusi terhadap GL (16), siswa SMK di Bekasi, yang dilakukan seniornya.

Baik dari sisi pendidikan, keamanan maupun proses hukumnya.

Terkait trauma yang dialami korban, ia mengatakan sudah berkomunikasi dengan pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

"Kita sudah berkomunikasi dengan LPsK terkait masalah ini. Mereka siap dampingi korban. Karena korban ini mau sekolah tapi takut kenapa-kenapa saat diperjalanan sekolah," jelas Retno.

Retno menilai kasus persekusi ini harus juga menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Pasalnya, kondisi korban tidak hanya trauma akan tetapi masih mengalami sakit disejumlah bagian kepala.

"Korban mengeluhkan kepalanya sering pusing dan sakit. Itu harus segera dilakukan pengecekan dalam hal ini Pemda harus ikut menanganinya," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved