Breaking News:

Rusuh Papua

Konflik Papua, Semua Pihak Diminta Tidak Berspekulasi!

Aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga berujung kerusuhan di sejumlah daerah di Papua Barat membuat banyak pihak ikut serta turun

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Andy Pribadi
HO
Aksi demonstrasi diwarnai pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019). 

AKSI pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga berujung kerusuhan di sejumlah daerah di Papua Barat membuat banyak pihak ikut serta turun tangan.

Mereka berasumsi dan merasionalisasikan pembenaran berdasarkan sudut pandang dan retorika masing-masing.

Akan tetapi pada umumnya justru malah memperkeruh situasi dengan kajian-kajian atau analisa-analisa yang menggeser substansi dasar persoalan.

"Seharusnya kita mampu menyederhanakan persoalan dan meminimalisirnya agar tidak melebar dengan mengunci persoalan dasarnya," ujar Haidar Alwi selaku tokoh nasional anti radikalisme dan intoleransi, Jumat (23/8/2019).

Ia pun menyesalkan banyak pihak yang sibuk berspekulasi dari A sampai Z yang pada akhirnya akar persoalan menjadi terlupakan.

Jika memang ada oknum yang mempersekusi atau melakukan penghinaan terhadap mahasiswa Papua, maka pelaku dan provokatornya diungkap, ditangkap, diadili dan dipenjarakan sesegera mungkin.

Diharapkan dengan dilakukan tindakan tegas untuk mengungkap, menangkap, mengadili dan memenjarakan pelaku pengusiran serta penghinaan terhadap mahasiswa Papua dapat mengobati luka dari luarnya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, memidanakan pelaku pengusiran dan penghinaan terhadap mahasiswa Papua adalah cara efektif ketimbang melebarkan masalah dengan asumsi atau analisa yang secara tidak langsung dapat menggeser substansi pada persoalan dasarnya.

"Perdamaian di Papua tidak bisa di jaga oleh para komentator atau para spekulan politik dan ekonomi serta sosial.

Mengerti apa yang rakyat Papua rasakan adalah modal utama kita untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini.

Karena, Perdamaian di Papua hanya bisa di jaga oleh pengertian," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved