KJSI Gelar Diskusi Bertema Menjadikan Film Horor Sebagai Tontonan Menghibur Dan Tuntutan Selera

Diskusi ini banyak mengupas berbagai hal terkait industri film horor, mulai dari tema cerita hingga persoalan komersial.

KJSI Gelar Diskusi Bertema Menjadikan Film Horor Sebagai Tontonan Menghibur Dan Tuntutan Selera
ist
Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia, menggelar kegiatan acara diskusi publik bertema, Menjadikan Film Horor Sebagai Tontonan Menghibur dan Tuntutan Selera di Jakarta, Kamis (22/8/2019). 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia, menggelar kegiatan acara diskusi publik bertema, Menjadikan Film Horor Sebagai Tontonan Menghibur dan Tuntutan Selera di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Diskusi yang menghadirkan sejumlah pembicara yakni, Ody Mulya Hidayat, Bagiono Prabowo

(Ketua Umum Pafindo), dan Pramu Risanto (Pemerhati Sosial), dimoderatori oleh wartawan senior, Teguh Yuswanto, serta dimeriahkan sederet artis film seperti, Rency Milano, Roni Dozer, Caitlin North Lewis serta Azzura Pinkan dan spritualis, Ustad Astari.

Dalam bincang santai yang berlangsung selama 3 jam ini banyak mengupas berbagai hal terkait industri film horor, mulai dari tema cerita hinga persoalan komersial. 

Dalam acara yang digagas Kicky Herlambang, ketua Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia ini mengemuka keinginan para produser dan peserta yang hadir bahwa kini sudah saatnya Indonesia memiliki wadah tersendiri bagi produksi film horor serta menyelenggarakan festival film horor.

“Sayang sekali, hingga sat ini masih banyak orang yang berpandangan bahwa film horor hanyalah tontonan rendahan, bahkan masih banyak film horor nasional yang masih berkutat dengan bumbu seks, tapi itu dulu, belakangan ini saya perhatikan nyaris tak ada lagi yang seperti itu,  saat ini justru lebih serius digarap bahkan ada beberapa judul film horor yang sukses secara komersial di pasaran dan tayang sampai ke negara tetangga”, kata Bagiono Prabowo dalam siaran persnya yang diterima wartakotalive.com.

Sementara itu, Eksekutif Produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat, mengatakan film horor masih memiliki daya tarik bagi produser maupun penonton.

“Sejak dulu film horor banyak digemari penonton di tanah air, bahkan diminati juga di luar negeri, beberapa film yang tidak laris di Indonesia, malah laris di Malaysia, hanya saja sayangnya apresiasinya masih minim, jadi saya mendukung sekali diadakannya festival film horor", ujar Ody.

Sedangkan, Pramu Risanto, pemerhato sosial, mengatakan ‘tidak ada yang salah dalam film horor, karena memang di buat untuk menghibur penonton’

“Sudah sejak dulu film horor itu tujuannya bikin takut penonton, dan itulah unsur hiburannya, dan bila saya perhatikan, beberapa tahun belakngan film horor nasional sudah memperlihatkan kualitasnya”, ucapnya.

Saat ini sudah banyak rumah produksi yang membuat karya seni bermutu, dan di kemas dengan serius dan menghibur, dan harus diakui bahwa kini banyak masyarakat yang menggemari genre jenis ini yang membuktikan jika film horor bukan sekedar hiburan semata tetapi juga sudah menjadi selera yang disukai masyarakat.

Pada penutupan acara diskusi yang didukung Max Pictures, Bag Pictures, Scream Films, Golwind Entertainment, Pafindo , Surya Films dan Gambino Coffee, sejumlah pihak yang terlibat dalam acara ini mendukung Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia untuk membuat festival film horor pertama di tanah air.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved