Pelayanan Publik

Kesbangpol Jaksel Ajak Warga Dialog Bersama untuk Cegah Tawuran

untuk mendudukkan masalah serta mencari solusi atas konflik yang seringkali timbul di sejumlah wilayah Jakarta Selatan.

Kesbangpol Jaksel Ajak Warga Dialog Bersama untuk Cegah Tawuran
Istimewa
Suasana diskusi bertajuk 'Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran Tahun 2019' yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan di bilangan Bogor, Jawa Barat pada Kamis (22/8/2019). Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari itu, ratusan warga wilayah rawan konflik untuk berdiskusi bersama. 

Tidak hanya sebatas imbauan maupun peringatan, Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan mengundang ratusan warga wilayah rawan konflik untuk berdiskusi bersama dalam acara bertajuk 'Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran Tahun 2019'.

Pendekatan tersebut diungkapkan Kepala Kesbangpol Jakarta Selatan, Mohamad Matsani bertujuan untuk mendudukkan masalah serta mencari solusi atas konflik yang seringkali timbul di sejumlah wilayah Kotamadya Jakarta Selatan.

"Lewat kegiatan ini kita tukar pikiran, saling berbagi untuk komunikasi yang baik terkait keamanan lingkungan, pencegahan konflik serta penyelesaiannya. Intinya kita ingin mewujudkan Kota Jakarta Selatan sebagai kota yang aman, nyaman, harmonis dan sehat," ungkapnya dihubungi pada Kamis (22/8/2019).

Dalam kegiatan yang digelar di bilangan Bogor, Jawa Barat selama tiga hari, terhitung sejak Rabu (21/8/2019) hingga Jumat (23/8/2019) itu, pihaknya menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Wahyu Budiman dan motivator Adi Suhadi.

Dalam paparan, AKBP Wahyu Budiman menjelaskan tentang toleransi serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sehingga, masyarakat dapat menjadi pamong sekaligus pengawas di lingkungannya masing-masing.

Serupa, lanjutnya, motivator Adi Suhadi menyampaikan tentang peran setta masyarakat terhadap ancaman hoax atau berita bohong. Sebab, sejumlah konflik yang terjadi diungkapkan dipicu dari kabar hoax yang beredar luas lewat media sosial.

"Konflik atau tawuran yang selama ini terjadi justru disebabkan salah paham, karena kabar hoax. Penyebabnya itu karena masyarakat mendapatkan informasi tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya, itu yang disayangkan," ungkapnya.

Padahal lanjutnya, dampak dari tawuran sangat merugikan, khususnya bagi masyarakat. Bukan hanya sebatas korban luka hingga meninggal dunia, konflik yang terjadi mempengaruhi iklim usaha di wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, saya sangat berharap tawuran tidak kembali terjadi, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Apabila ada masalah bisa dibicarakan secara kekeluargaan," ungkap Matsani.

"Harapan saya agar semua yang hadir dapat menjadi kader keamanan dan ketertiban lingkungannya masing-masing ke depannya," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya sebatas tanya jawab, ratusan warga yang merupakan perwakilan masyarakat dari seluruh wilayah Kotamadya Jakarta Selatan diajak bernyanyi dan memainkan sejumlah permainan untuk meningkatkan kekompakan antara warga. 

Suasana diskusi bertajuk 'Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran Tahun 2019' yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan di bilangan Bogor, Jawa Barat pada Kamis (22/8/2019).

Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari itu, ratusan warga wilayah rawan konflik untuk berdiskusi bersama.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved