Musik

Jebolan Tangga Membentuk Grup Vokal Dekat, Ternyata Tidak Mudah Berkarya di Jalur Musik Indie

Tiga personel Tangga keluar dan membentuk grup baru bernama Tangga. Kini, mereka sedang berjuang dengan berkarya di jalur musik indie.

Jebolan Tangga Membentuk Grup Vokal Dekat, Ternyata Tidak Mudah Berkarya di Jalur Musik Indie
iRadio.com
Tiga personel grup vokal Dekat: Mohammed Kamga, Tahir 'Tata' Hadiwijoyo dan Chevrina Anayang. Mereka sebelumnya bergabung di grup Tangga. 

Grup vokal Dekat yang beranggotakan Mohammed Kamga, Tahir 'Tata' Hadiwijoyo dan Chevrina Anayang masih kesulitan menembus pasar dan industri musik yang lebih luas.

Sebelumnya, ketiga penyanyi ini tergabung dengan grup Tangga yang sukses menyanyikan sejumlah single.

Sejak 2014, mereka memutuskan keluar dari Tangga dan membentuk grup baru.

Jika selama bersama Tangga tergabung dalam label besar (major label), kini mereka harus berjuang sendiri di jalur indie (indie label).

Chevrina Anayang bahkan membutuhkan perjuangan ekstra ketika Dekat memilih berkarya di jalur indie.

Saat masih di major label, Mohammed Kamga, Tahir 'Tata' Hadiwijoyo dan Chevrina Anayang selalu dimanjakan dan tak pernah ikut mengurusi bujet maupun promosi single.

Tugas mereka saat itu hanya menciptakan lirik dan bernyanyi sebaik mungkin.

Menikmati Keindahan Borobudur dan Perbukitan Menoreh Sambil Mendengar Musik di Balkonjazz Festival

Band Kotak Menambahkan Elemen Musik Elektronik di Single Growing Up Untuk Soundtrack Film Gundala

"Kalau sekarang kami harus lebih mandiri. Kami belum punya pengetahuan di indie label. Kami tidak tahu formula promosi yang efektif," kata Chevrina Ananyang di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2019) malam.

Chevrina Anayang juga tidak tahu major label yang menaungi Tangga bisa sukses membawa Tangga menjadi grup vokal terdepan Indonesia.

"Dulu kami cuma bikin dan mengeluarkan lagu. Ada produser, ada promosi. Tiba-tiba gede (booming). Dulu semua diserahkan ke label," kata Chevrina Anayang.

Alasan Mohammed Kamga, Tahir 'Tata' Hadiwijoyo dan Chevrina Anayang memilih jalur indie karena gaya dan konten musik mereka berbeda dengan musik komersil di pasar Indonesia.

Mereka khawatir, ketika masuk major label, gaya bermusik dan karyanya berubah.

"Kami nggak anti major label . Kalau ada label yang memberikan keleluasaan, tentu akan kami terima," ujar Chevrina Anayang.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved