Berita Video

VIDEO: Jual Apartemen Fiktif, Pengembang Abal-abal Tipu 455 Konsumen dan Raup Rp 30 Miliar

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan para pelaku mulai menawarkan apartemen Ciputat Resort di Tangsel ke calon pembeli mulai 2017.

VIDEO: Jual Apartemen Fiktif, Pengembang Abal-abal Tipu 455 Konsumen dan Raup Rp 30 Miliar
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. 

Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk tiga petinggi PT MMS, pengembang apartemen Ciputat Resort di Tangerang Selatan, awal pekan ini.

Ketiganya adalah AS, KR dan PJ. Mereka diketahui telah menipu sedikitnya 455 konsumen atau calon pembeli Apartemen Ciputat Resort. Sebab dipastikan apartemen Ciputat Resort yang ditawarkan PT MMS adalah fiktif.

Akibatnya kerugian yang dialami sekitar 455 calon pembeli, mencapai Rp 30 Miliar.

AS merupakan mantan Direktur Utama PT MMS yang kini sebagai marketing penjualan apartemen. Sementara KR adalah Direktur Utama PT MMS yang bertanda tangan didalam PPJB apartemen serta PJ merupakan pengendali AS dan KR dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan apartemen fiktif yang menerima uang pembayaran dari calon pembeli.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan para pelaku mulai menawarkan apartemen Ciputat Resort di Tangsel ke calon pembeli mulai 2017.

Selama itu kata Gatot sedikitnya ada sekitar 455 warga yang menjadi calon pembeli. "Ada yang sudah membayar lunas dan sebagian besar sudah membayar sebagian," kata Gatot dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8/2019).

Namun sampai waktu yang dijanjikan atau sampai awal 2019 ini. tidak juga ada pembangunan apapun di lahan yang dimaksud seperti yang dijanjikan pengembang.

"Bahkan setelah kami cek, baru sebagian lahan yang dibebaskan pengembang ini. Selain itu setelah kita cek lagi ke pemerintah daerah setempat, dipastikan tidak ada izin pembangunan apartemen tersebut serta perizinan lainnya,," kata Gatot.

Menurut Gatot, penipuan apartemen fiktif ini dilakukan dengan sangat rapi. "Mereka bermodalkan iklan lewat media sosial atau medsos,, brosur, pamflet hingga pameran di sejunlah pusat perbelanjaan," kata Gatot.

Dengan modus ini katanya mereka berhasil mengelabui para konsumennya. Apalagi katanya saat dipasarkan pengembang menawarkan berbagai bonus besar. 

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved