TK Tempat Anies Baswedan Bersekolah Berusia Satu Abad

Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) genap berusia satu abad hari ini, Rabu (21/8/2019).

TK Tempat Anies Baswedan Bersekolah Berusia Satu Abad
Warta Kota/Dwi Rizki
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Aisyiyah, Chandrawaty Area lampiran 

Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) genap berusia satu abad hari Rabu (21/8/2019) kemarin.

Sekolah pertama yang diketahui telah mengantarkan Anies Rasyid Baswedan untuk mengenyam pendidikan hingga akhirnya terpilih dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta saat ini.

Bagi kebanyakan generasi milenial, keberadaan TK besutan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu tidak populer saat ini.

Namun sekolah Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) pertama di Indonesia itu telah melahirkan sejumlah tokoh, seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta tokoh nasional lainnya.

"Gubernur DKI Jakarta, pak Anies itu berasal dari TK Aisyiyah di Kauman di Yogyakarta, Gubernur Jawa Barat, pak Ridwan Kamil TK Aisyiyah di Bandung, banyak juga beberapa tokoh nasional yang sekarang memimpin," ungkap Chandrawaty, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Aisyyah ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (22/8/2019).

BREAKING NEWS: 5 Klarifikasi Ustaz Abdul Somad Terkait Video Viral yang Dilaporkan Polisi

Disebut Mirip Aura Kasih, Ini FOTO dan VIDEO 7 Fakta Istri Glenn Fredly yang Kerap Tampil Seksi

Tika Herli, Pembunuh Sadis Ibu-Anak dari Pagar Alam, Divonis Hukuman Mati, Ini Kisah Kekejamannya

Lebih lanjut, Chandrawaty mengungkapkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, Kyai Ahmad Dahlan telah menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini.

Bersama sejumlah sejawat, Kyai Haji Ahmad Dahlan merintis sekolah PAUD di Kauman, Yogyakarta pada tahun 1919.

Ketika itu, lanjutnya, Kyai Haji Ahmad Dahlan terinspirasi dengan konsep pendidikan froebel yang diterapkan kalangan bangsawan Belanda kepada balita dan anak-anak mereka.

Kyai Ahmad Dahlan prihatin karena saat itu banyak anak-anak balita pribumi yang bermain tanpa bimbingan orang tua karena harus bekerja sebagai buruh di perusahaan batik di sekitar Kauman.

Lewat organisasi Aisyiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan kemudian mengumpulkan anak-anak balita warga pribumi untuk diajak bermain dan belajar.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved