Breaking News:

Thierry Henry Menyamar Saat Menonton Arsenal

Thierry Henry harus menyamar jika ingin menyaksikan pertandingan Arsenal di Stadion Emirates.

Instagram/thierryhenry
Thierry Henry 

Bagi fan Arsenal, Thierry Henry sudah dianggap sebagai "dewa", sehingga sudah pasti akan diserbu fan klub berjuluk Gunners itu jika dia muncul di stadion Emirates.

Para fan itupasti akan minta foto bersama, tanda tangan, dan hl-hal lain yang biasanya dilakukan para
fan.

Henry juga tahu betul soal itu, dan dia tak ingin hal itu terjadi. Dia hanya ingin menikmati
pertandingan, sebagai upayanya kembali bekerja sebagai pelatih. Karena itulah Henry menyamar.

Thierry Henry dikenal sebagai penyerang Arsenal paling tajam dalam sejarah.
Thierry Henry dikenal sebagai penyerang Arsenal paling tajam dalam sejarah. (Getty Image/bbc.co.uk)

Jangan membayangkan Henry mengenakan topeng wajah orang lain, atu bahkan menjadi Gunnersaurus, maskot Arsenal.

Henry hanya menyamar menjadi "penonton" sepak bola sehingga dia bisa berbaur dengan puluhan ribu pengunjung Stadion Emirates. Demikian diwartakan Daily Mail.

"Saya berhasil menonton pertandingan tanpa membuat orang lain menyadari bahwa saya ada di situ. Dan rasanya sangat luar biasa," kata mantan striker Arsenal ini, yang telah mencetak 226 gol bagi klub London Utara tersebut.

"Kadang saya pergi ke Arsenal, dan orang-orang tidak tahu saya di antara mereka," lanjutnya lagi.

Kunjungan Henry bukan hanya Stadion Emirates, sebab dia hadir di mana saja ada pertandingan yang bagus.

Katanya dia juga menyaksikan pertandingan Luton Town, klub yang dilatih Graeme Jones, atau menyaksikan laga Newport County yang dilatih Michael Flynn. Kedua pelatih tersebut dikenal Henry saat dia mengambil lisensi kepelatihan.

Sejak dipecat oleh AS Monaco, Henry belum lagi bekerja sebagai pelatih. Namun, mantan staf pelatih di
Timnas Belgia ini ingin segera bekerja lagi. Karena itu dia berusaha mencari tahu penyebab keggalannya dulu.

Kata Henry, dia juga be;jardari cabang olahraga lain dalam hal mengelola sebuah tim. Pokoknya, dia ingin memperbaiki kesalahan yang dibuatnya di Monaco.

Henry ditunjuk Monaco pada tahun 2018, setelah klub di Liga Prancis itu terpuruk di bawah pelatih
Leonardo Jardim.

Hanya saja, Henry hanya bertahan 4 bulan. Karena di masanya melatih skuad Rouges et Blancs itu, timnya hanya memperoleh empat kemenangan dari 20 pertandingan.

Lima lainnya berakhir imbang, dan 11 laga dikalahkan lawan.

Para pengamat menilai, Henry gagal menaikkan semangat pemain Monaco. Sebaliknya dia tak disukai para  pemainnya karena sering marah-marah.

Penulis:
Editor: AC Pinkan Ulaan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved