Sekda Setuju Depok Gabung Jakarta Namun Harus Ada Kajian Lebih Dulu

Konsep Provinsi Bogor Raya usulan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dinilai Sekretaris Daerah Depok Hardiono, perlu memperhatikan tata ruang.

Sekda Setuju Depok Gabung Jakarta Namun Harus Ada Kajian Lebih Dulu
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sekda Depok Hardiono 

Konsep Provinsi Bogor Raya yang diusulkan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dinilai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Depok, Hardiono perlu memperhatikan tata ruang.

Hardiono mengatakan, Depok seharusnya dimasukan sebagai sebuah opsi atau alternatif bahwa ibu kota diperluas.

“Jadi Jakarta gak berdiri sendiri, ketimbang harus bangun reklamasi karena kekurangan lahan, lebih baik cari lahan yang baru yang memang betul–betul ada di darat, kemudian tinggal dilakukan kajiannya,” ujar Hardiono saat dikonfirmasi, Kamis (22/8).

Tata ruang menurut Hadiono perlu diperhatikan apakah sudah masuk dalam tata ruang provinsi atau belum.

Jika memang belum, Hadiono berharap harus ada penyesuaian atau revisi bila ditemukan ada ketidak sesuaian.

Mengenai anggaran juga dikatakam Hadiono harus lebih efektif jika ibu kota diperluas ketimbang dipindahkan dan dibuat lagi Provinsi Bogor Raya.

"Kalau saya cenderung ibu kota diperluas, jadi tidak lagi provinsi Bogor Raya melainkan masuk ke ibu kota. Saya pernah lihat perencanaan di Bappeda juga (anggaran) lebih tinggi memindahkan (ibu kota) daripada diperluas,” tutur Hardiono.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok ini juga mengungkapkan, sejauh ini belum ada koordinasi dari Pemkot Bogor ke Depok terkait wacana tersebut.

Hadiono mengaku pihaknya belum menerima koordinasi berupa surat ataupun lainnya.

Sehingga, wacana mengenai Depok masuk dalam Provinsi Bogor Raya dikatakan Hadiono adalah hal yang boleh-boleh saja.

“Namun kalau saya lebih nemilih Depok menjadi bagian dari ibu kota, tapi itu tadi memang perlu dikaji. Jadi bukan retorika, kalau memang serius dibuat kajiannya,” papar Hadiono.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved