Breaking News:

Pemekaran Wilayah

Rahmat Effendi Bakal Gelar Survei, Ia Yakin 70 Persen Warga Kota Bekasi Ingin Gabung ke Jakarta

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana melakukan kajian untuk mengetahui sejauh mana minat warganya ingin bergabung ke Jakarta.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Rahmat Effendi, usai melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Senin (5/11/2018). 

Rahmat Effendi mengatakan, penggabungan ini bisa menguntungkan kedua daerah sekaligus.

Pertama, Kota Bekasi diuntungkan karena transportasinya dari dan ke Jakarta lebih berkualitas.

Masa Jabatan Cuma di Bawah Lima Tahun, Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Bakal Dapat Ganti Rugi Gaji

Kedua, sumber keuangan DKI juga sangat besar.

Di sisi lain, Jakarta juga diuntungkan dengan tingginya potensi pendapatan daerah di Kota Bekasi.

Sebagai gambaran, Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) yang disetor Kota Bekasi kepada Provinsi Jawa Barat pada 2018 lalu mencapai Rp 2 triliun.

BREAKING NEWS: Papua Barat Membara Lagi, Kali ini Aksi Pembakaran Merembet ke Fakfak

Angka ini melebihi kontribusi dari kota/kabupaten lainnya yang ada di wilayah administrasi Jawa Barat.

“Kami juga sebagai potensi yang besar sehingga perhatian DKI juga bisa lebih besar,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, hubungan antar-kedua daerah ini juga sudah terjalin baik sejak lama.

Fahri Hamzah: Presiden Harus Berikan Jaminan Perasaan kepada Masyarakat Papua

Sejak 1989 silam, Jakarta memanfaatkan lahan miliknya di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Sebagai dampak lingkungan dari tumpukan sampah itu, maka DKI menggelontorkan dana dari jutaan rupiah hingga ratusan miliar kepada Kota Bekasi.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved