Senin, 20 April 2026

Berita Video

VIDEO: Siswi SMK di Bekasi Dibully dan Dikeroyok Kakak Kelas dan Alumni

GL mengaku tak tahu penyebab dirinya dapat perlakuan kasar dari kakak kelas dan alumni sekolahnya tersebut.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Ali Sadiki (44) ayah siswi SMK di Kota Bekasi yang menjadi korban persekusi atau kekerasan oleh teman sekolahnya saat ditemui di rumanya di Kp Penggilingan Baru RT 1 RW 04, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019) 

GL (16) siswi SMK di Kota Bekasi mendapatkan perlakukan penyeroyokan atau tindak kekerasan oleh senior dan alumni sekolahnya.

Siswi yang baru duduk dibangku kelas 1 tersebut, mengalami tindakan kekerasan fisik oleh tiga orang perempuan.

Tiga perempuan itu terdiri dari kakak kelasnya atau seniornya, alumni sekolah tersebut maupun orang luar sekolah itu.

GL (16) menceritakan kejadian tindak kekerasan terjadi pada Rabu 14 Agustus 2019 minggu lalu.

Ketika itu, ia tiba-tiba diajak oleh teman sekelasnya ke taman yang tak jauh dari lokasi sekolah di Jalan Irigasi Baru II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Tak ada rasa curiga, GL akhirnya ikut temannya tersebut.

Akan tetapi, di taman itu sudah menunggu tiga orang perempuan lainnya.

Pertama bernama Ayu kakak kelasnya, Dila alumni SMK itu dan Putri orang luar.

GL diajak berkelahi atau berduel dengan Dila. Akan tetapi ia tak meladeninya, tiba-tiba saja mereka langsung mencekik dan menarik kerudungnya hingga terlepas.

"Saya didorong juga sampai jatuh, terus Dila tendang saya. Terus saya ditampar pipi kiri dan kanan pakai sendal, ditampar dan dijambak berkali-kali," ujar GL saat ditemui Wartakota di rumahnya di Kp Penggilingan Baru RT 1 RW 04, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019).

GL mengaku tak kuasa untuk melawannya, selain jumlah mereka banyak atau bertiga. Di sekitar lokasi itu juga banyak teman-teman ketiga perempuan tersebut.

"Saya sudah pasrah aja, disitu banyak orang banyak teman-temannya. Kalau lawan takut malah kenapa-kenapa," jelas dia.

Perlakuan kekerasan itu akhirnya berhenti setelah teman cowoknya datang menjemputnya.

"Mereka berhenti pukulin saya pas teman cowok yang biasa pulang bareng datang. Teman saya juga sempat cariin, makanya nyusulin ke taman ini," ungkap dia.

GL sempat mendapatkan ancaman agar tak melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah, orangtua maupun kepolisian.

Oleh karenanya GL tak pernah bercerita ke siapun hingga akhirnya orangtuanya mengetahui dari tetangga karena video kekerasan yang dialaminya viral.

"Saya engga cerita ke siapa-siapa takut, saya juga mau engga mau sekolah. Takut kenapa-kenapa," ucap GL.

Usai kejadian GL mengaku sempat tak masuk sekolah pada Jumat (16/8/2019). Saat disekolah dirinya diikuti dan terus diawasi kakak kelasnya tersebut.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak masuk sekolah kembali hingga hari ini.

"Saya takut, badan saya juga masih pada sakit," kata GL yang selalu menunduk saat bercerita.

GL mengaku tak tahu penyebab dirinya dapat perlakuan kasar dari kakak kelas dan alumni sekolahnya tersebut.

Akan tetapi, beberapa hari sebelum kejadian Dila alumni SMK tempatnya ia sekolah beberapa kali mengajak bertemu untuk berduel.

"Saya engga tahu apa sebabnya, dia bilang perusak rumah tangga, tapi saya engga ngerti apa maksudnya," kata GL siswi berkerudung tersebut.

Siswi Korban Persekusi Trauma Tak Mau Sekolah

Ali Sadiki (44) ayah korban tersebut menceritakan putri bungsunya itu mendapatkan perlakukan kekerasan fisik oleh teman sekolahnya pada Rabu (14/8/2019).

Awalnya, ia tak tahu kabar anaknya mendapatkan kekerasan fisik oleh teman sekolahnya.

Tiba-tiba anak engga mau sekolah dan hanya mengurung diri di dalam kamar.

Dirinya bahkan baru mengetahui anaknya mendapatkan perlakuan kasar dari video viral yang tersebar.

"Anak saya engga cerita apa-apa, tahunya dari video viral itu. Saya langsung nyesek lihat videonya. Anak saya ditendang dapat perlakuan kasar itu," ujar Ali.

Setelah diketahui, ia mencoba berbicara kepada anaknya yang baru masuk kelas 1 SMK tersebut untuk menceritakan kronologisnya.

Ali menuturkan ketika itu anaknya diajak ke sebuah taman tak jauh dari lokasi sekolahnya di Jalan Irigasi Baru II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ternyata di taman itu, anaknya telah di tunggu oleh tiga orang perempuan.

GL langsung dicekik dan ditarik kerudungnya hingga terlepas.

Setelah terlepas, GL ditendang bagian dada dan ditampar pipi kanan dan kirinya menggunakan sandal.

"Jadi ada tiga orang, satu orang kakak kelas GL, satu alumni sekolah itu dan satu lagi orang luar," ungkap dia.

Atas kejadian yang menimpa anaknya, Ali telah melaporkannya ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/1983/K/VIII/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota, pada Selasa (20/8/2019).

"Setelah tahu kejadian dan kronologisnya itu. Saya sudah lapor ke Polres kemarin.
Semoga bisa segera ditangani," paparnya.

Sementara pihak Polres Metro Bekasi Kota membenarkan laporan tersebut. Akan tetapi pihaknya masih akan menyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

"Iya benar, kita masih lalukan penyelidikan. Segitu aja dulu, nanti diinformasikan lagi," singkat Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing. (MAZ)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved