Berita Video

VIDEO : Digusur Pemkot Tiga Tahun Lalu, Begini Kondisi Lahan di Jakasetia Bekasi Sekarang

25 Oktober 2016, Pemkot Bekasi menggusur permukiman warga di Kampung Poncol Bulak, Jakasetia. Tiga tahun berselang lahan tersebut tak banyak berubah

Namun, yang disurati pilih mengulur keputusan dengan alasan perlu mencari keberadaan sertifikat tanah tersebut, barangkali ada yang memiliki.

Masih berjuang

Khairin yang rutin mendampingi korban gusuran di balai semipermanen yang dibangun di atas lahan gusuran menyebutkan bahwa kesadaran warga mulai bangkit belakangan ini untuk terus memperjuangkan haknya.

Warga sudah tiga tahun tak punya rumah setelah digusur.

"Secara historis mereka tinggal dari 1982, punya kartu keluarga, KTP, dan bayar administrasi," kata Khairin.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, Termasuk Tangerang Raya

"Dalam UUPA (Undang-undang Pokok Agraria) Nomor 5 Tahun 1960, orang yang udah menggarap tanah 20 tahun harus diprioritaskan haknya atas tanah itu. Sampai sekarang mereka tidak pernah diberikan hak prioritasnya atas tanah itu. Pemerintah juga tidak pernah menunjukkan bahwa itu tanah mereka," kata dia.

Khairin meminta status quo atas lahan kepada BPN agar lahan tersebut tak bisa diutak-atik siapa pun selama BPN mencari sertifikat tanah.

"Korban mungkin merasa perlu memperjuangkan rumahnya, karena membangun rumah dengan darah dengan keringat. Tapi ini bukan sekadar konflik rumah. Ini konflik tanah," kata Khairin.

Lahan yang digusur Pemerintah Kota Bekasi di Jakasetia tahun 2016 lalu. Lahan ini masih menganggur hingga hari ini.

Warga masih memperjuangkan hak mereka atas tanah itu, sebab mereka sudah tinggal lebih dari 20 tahun di atas tanah yang disebut bukan milik pemerintah itu.

Ferrari Jakarta Menggelar Photoshoot Ferrari Portofino di Beberapa Lokasi di Pulau Sumba

Halaman
123
Penulis: Muhamad Rusdi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved