Wali Kota Depok Lebih Condong Gabung Jakarta Ketimbang Bogor Raya

Wali Kota Depok Lebih Condong Gabung Jakarta Ketimbang Bogor Raya Jika Dasarnya Soal Bahasa.

Wali Kota Depok Lebih Condong Gabung Jakarta Ketimbang Bogor Raya
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad saat menghadiri pisah sambut Kapolres Depok di Balai Kota Depok, Rabu (14/8/2019). 

Wartakotalive.com - Wacana pembentukan Bogor menjadi provinsi kembali mencuat setelah adanya obrolan antara Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dengan Bupati Bogor Ade Yasin.

Berbagai tanggapan dari Pemerintah Daerah terkait pun bermunculan atas wacana pembentukan Bogor menjadi provinsi sendiri.

Wali Kota Depok Mohammad Idrus Abdul Somad mengindikasikan dirinya lebih condong jika Depok gabung ke Provinsi DKI Jakarta.

Hal ini dikatakan Idrus lantaran dirinya melihat dari sisi bahasa. Kota Depok lebih pas jika bernaung bersama DKI Jakarta lantaran memiliki dialek atau bahasa yang sama.

"Kalau saya milih ya dilihat dari sisi mana. Kalau dari sisi bahasa ya (maunya gabung) ke Jakarta karena saya enggak bisa bahasa Sunda," kata Idrus saat ditemui seusai acara sosialisasi pemilih pemula di Wisma Hijau, Cimanggis, Kota Depok, Selasa (20/8/2019).

Idrus mengatakan, pihaknya memang melihat bahasa asli warga Depok walaupun berbeda namun hampir sama dengan bahasa warga Jakarta, termasuk Tangerang Selatan dan Bekasi.

Hal ini dilihat Idrus berdasarkan pengalamannya ketika menghadiri Hari Jadi Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Idrus mengaku kebingungan dengan salah satu agenda acara yang memperdengarkan petuah dari para tokoh Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda.

"Satu kalimat pun enggak ngerti saya. Depok memang sebagian lainnya berbahasa Sunda tapi kedekatannya (bahasa) memang lebih ke Jakarta," tutur Idrus.

Idrus mengatakan, menyatukan Kota ke dalam Provinsi bukanlah pekerjaan yang mudah, dirinya menilai hal tersebut butuh intervensi dari Pemerintah Kota.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved