BERITA VIDEO

VIDEO : PT Sritex Terus Kembangkan Industri Garmen di Ulang Tahun ke-53

Di ulang tahun ke-53 PT Sritex dan pada semester pertama ini, Sritex catat kenaikan penjualan sebesar 15 persen dengan perolehan Rp 15,6 triliun.

Perusahaan tekstil terintegrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk berhasil mencetak kinerja yang kuat ditengah situasi perekonomian global yang tidak menentu akibat perang dagang antara AS dengan Tiongkok.

Pada Semester I 2019, Penjualan Kotor Perseroan tercatat meningkat sebesar 16,16% dibandingkan dengan Semester I 2018.

Kenaikan tersebut merupakan pencapaian diatas rata-rata industri mengingat perang dagang yang masih mencemaskan pasar hal ini disampaiakan Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto Sritex saat kunjungan pabrik bersama wartawan akhir pekan lalu.

Penjualan yang kuat tersebut didukung oleh dominan nya penjualan benang yang berkontribusi sebesar 40.1% terhadap total penjualan hingga Semester I 2019.  

Pekerja menjahit seragam militer Tentara Iraq di pabrik divisi garmen PT. Sritex, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (16/8/2019).
Pekerja menjahit seragam militer Tentara Iraq di pabrik divisi garmen PT. Sritex, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (16/8/2019). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Dengan penerapan strateginya, Sritex raup  pendapatan bersih Perusahaan yang ikut meningkat 12,29% pada 6 bulan pertama tahun ini, menjadi USD 63,25 juta. Hal ini ditopang oleh nilai tambah yang terus dikejar oleh Perusahaan agar dapat memperbaiki net overall margin.

Sementara itu dengan mengusung tema ‘Karya Indonesia untuk Indonesia, Stirex Group merayakan Hari Ulang Tahun ke-53 di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (16/8).

Dalam sambutannya, President Sritex Group, Iwan Setiawan Lukminto, mengatakan 53 tahun merupakan angka yang sarat dan kesulitan yang silih berganti. “Namun kendala tersebut tidak mengurangi kerja kares kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan PT Sritex Group hingga hari ini,” katanya saat sambutan.

Iwan kemudian menceritakan sejarah PT Sritex, yang dimulai dari sebuah kios kecil yang dirintis alamarhun ayahnya di Pasar Klewer. “Tahun 1965, Sritex hanya kios kecil di Pasar Klewer, lalu pada tahun 1994 berhasil merealisasikan Sritex Grup dari hulu hingga hilir, dari benang sampai pakaian jadi,” sambungnya.

Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto (kanan) bersama Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Kurniawan Lukminto (kiri), meniup lilin perayaan HUT ke-53 Sritex Group yang bertema Karya Indonesia Untuk Dunia.
Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto (kanan) bersama Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Kurniawan Lukminto (kiri), meniup lilin perayaan HUT ke-53 Sritex Group yang bertema Karya Indonesia Untuk Dunia. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Selain itu, peningkatan omzet sebesar 15 persen di semester pertama ini juga menjadi kado istimewa bagi PT Sritex, selain mendapatkan penghargaan rekor Muri Indonesia, karena berhasil melakukakan kegiatan kebersihan oleh karyawan perusahaan terbanyak. “Semester pertama ini, kami mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 15 persen, yang mana kami mendapat 1,1 milyar dolar AS atau Rp 15,6 triliun,” jelasnya.

Iwan menambahkan, saat ini memang terjadi persaingan yang cukup ketat dipasar Internasional, karena semakin banyaknya kompetitor yang hadir. “Tapi, kami optomis industri tekstil terus bertumbuh, dan kami mengajak industri tekstil indonesia agar dapat lebih berperan dalam perdagangan global.” ungkap Iwan. (San/Tribun)

Penulis: Nur Ichsan
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved