Berita Video

VIDEO: Polres Jakarta Selatan Ungkap Komplotan Pemalsu Materai

sejumlah barang bukti, antara lain ribuan lembar materai bekas yang hendak direkondisi dan dijual kembali, asam cuka dan spirtus yang digunakan untuk

VIDEO: Polres Jakarta Selatan Ungkap Komplotan Pemalsu Materai
Warta Kota
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib serta Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Suharyono menunjukkan materai rekondisi dan materai palsu di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (20/8/2019). 

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap jaringan rekondisi dan pemalsuan materai.

Pengungkapan kasus rekondisi materai tersebut diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama bermula dari laporan masyarakat yang curiga atas kondisi materai yang dibeli di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tanggal 18 Juli 2019 lalu.

Berbekal laporan tersebut, jajarannya yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib segera menelusuri toko penjual materai hingga berhasil menangkap seorang perempuan berinisial ER di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta pada hari yang sama sekira pukul 22.00 WIB.

Tidak berselang lama, penelusuran menuju dua orang pelaku pria lainnya, yakni AR yang ditangkap di kawasan Ciganjur, Jagakarsa pada pukul 23.30 WIB dan IR di kawasan Limo, Depok pada tanggal 19 Juli 2019 pukul 01.00 WIB.

Ketiganya kemudian digelandang ke Mapolres Metro Jakarta Selatan berikut sejumlah barang bukti, antara lain ribuan lembar materai bekas yang hendak direkondisi dan dijual kembali, asam cuka dan spirtus yang digunakan untuk menghapus tinta dan stempel pada materai bekas serta sejumlah alat yang digunakan untuk merekondisi materai bekas.

"Pelaku IR bertugas mencari materai bekas dan menjual materai rekondisi ke sejumlah warung fi wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan dua orang lainnya, AR dan IR masing-masing ditangkap terpisah saat sedang merekondisi materai di rumahnya," ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (20/8/2019) petang.

VIDEO: Skatepark Spot Budaya 2 Dukuh Atas sudah Rusak, Skateboarder Nilai Tidak Sesuai Standar

Ketiga pelaku tersebut kini dalam proses pemeriksaan intensif lantaran terdapat sejumlah pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihaknya saat ini. Ketiganya dijerat Pasal 253 KUHP juncto Pasal 260 KUHP dengan orang tentang pembajakan dengan. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

"Mereka sudah beroperasi selama dua tahun dengan modus yang sama, mereka mendapatkan materai bekas dari lapak-lapak kertas dan diambil (materai) untuk direkondisi. Selain mereka terdapat beberapa pelaku lainnya yang masih DPO saat ini," tegas Kombes Bastoni Purnama.

VIDEO: Vakum di Akting, Gritte Agatha Pilih Sibuk di Balik Layar

Pemalsuan Materai

Dalam kasus terpisah, pihaknya pun berhasil mengungkap peredaran materai palsu dan berhasil menangkap dua orang pelaku pria berinisial YI dan MN di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada beberapa waktu lalu.

Kedua pelaku tersebut katanya mengedarkan materai palsu yang sebelumnya dicetak dengan menggunakan mesin khusus. Sekilas terlihat, materai palsu sangat mirip dengan materai asli, hanya saja perbedaan mencolok terlihat ketika materai diterawang di bawah sinar matahari atau lampu ultraviolet.

"Guna melihat perbedaan antara materai palsu dan rekondisi dengan materai asli dan baru itu bisa dilihat dengan jelas di bawah lampu ultraviolet atau pada siang hari yang terang. Bayangan dan hologram dalam materai dapat terlihat apabila diterawang. Berbeda dengan materai palsu yang tidak jelas hologram dan bayangannya," jelasnya.

VIDEO: Puluhan Mahasiswa Papua di Jakarta Bertemu Kapolda, Ini yang Dibahas

Terkait kasus pemalsuan tersebut, pihaknya telah bekerjasama dengan Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sekaligus mengembangkan kasus untuk mengungkap lokasi percetakan pemalsuan materai tersangka lainnya yang masih DPO.

"Kasus ini masih kita dalami karena besar dugaan melibatkan percetakan besar. Kedua pelaku ini dijerat pasal yang sama tentang pemalsuan dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved