Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Beberapa Asrama Mahasiswa Papua di Jabodetabek Didatangi Polisi

Gideon pun menyatakan tak ada pihak dari RT maupun RW yang memberitahunya perihal kedatangan polisi yang mendadak tersebut.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Gideon M Adii (kanan), Ketua Paguyuban Mahasiswa Jabodetabek dan Bandung saat ditemui di Asrama Mahasiswa Papua, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/8). 

Beberapa Asrama Papua yang tersebar di Jabodetabek didatangi pihak kepolisian pasca insiden perusakan Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Minggu (18/8) lalu, tak terkecuali Asrama Mahasiswa Papua di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Gideon M Adii (21) Ketua Paguyuban Mahasiswa Jabodetabek dan Bandung mengatakan asrama yang ditempati sekira 30 itu secara tiba-tiba didatangi polisi pada Minggu kemarin.

"Sempat membuat kami panik. Jadi kemarin jam 11 pagi kami lagi nonton live di televisi aksi spontan yang dilakukan di Jayapura dan Manokwari untuk menanggapi aksi rasis yang dilakukan anggota Polri, Satpol PP dan Ormas rekasioner di Surabaya," ungkap Gideon di lokasi, Selasa (20/8).

Ia mengungkapkan rombongan polisi datang dipimpin oleh Kapolsek Kramat Jati, Kompol Nurdin A R. Saat kapolsek mendatangi rumah itu, ia langsung masuk menuju pintu belakang.

Gideon pun menyatakan tak ada pihak dari RT maupun RW yang memberitahunya perihal kedatangan polisi yang mendadak tersebut.

"Kami panik lagi nonton, mereka tiba-tiba langsung masuk ke pintu belakang, anggota lainnya juga ikutan masuk. Kami kaget. Ini sangat-sangat tidak bagaimana ya. Karena dilakukan tanpa sepengetahuan pengurus setempat seperti RT, RW, Lurah atau Camat," jelasnya.

Gideon melanjutkan pertemuan tersebut merupakan perintah dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian yang menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan di sekitar setiap Asrama Papua se-Jabodetabek.

"Yang dibicarakan katanya dari Kapolri diminta untuk memantau mahasiswa Papua di Jabodetabek. Jadi semua Asrama Papua didatangi pihak kepolisian dan jangan sampai ada tindakan seperti itu. Mereka mengawasi," tutur Gideon.

Para mahasiswa di asrama tersebut kemudian merespons baik dan menyatakan tak akan terprovokasi atas kejadian insiden di Surabaya yang memicu kerusuhan di Manokwari. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved