Rusuh Papua

TERUNGKAP Profesor LIPI Sayangkan Tanggapan Jokowi soal Pengusiran Mahasiswa Papua

Profesor LIPI menyebut jika tanggapan Presiden Jokowi terkait pengusiran mahasiswa Papua tidak menyentuh akar masalah.

TERUNGKAP Profesor LIPI Sayangkan Tanggapan Jokowi soal Pengusiran Mahasiswa Papua
Kompas.com Nabila Tsahandra
Peneliti Senior LIPI, Syamsuddin Haris dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2016) 

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyayangkan tanggapan Presiden Jokowi soal pengusiran mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Menurut Haris, imbauan Presiden Jokowi untuk masyarakat Papua untuk memaafkan aksi tersebut dinilai tidak

menyentuh akar permasalahan diskriminasi warga Papua selama ini.

Haris awalnya menyayangkan tindakan oknum-oknum Ormas terhadap pengusiran mahasiswa Papua di Jawa Timur..

RUSUH Papua, Presiden Jokowi Meminta Warga Sabar dan Maafkan: Pace Mace Saya Tahu Anda Tersinggung!

Ini Sosok yang Diduga Berada di Balik Rusuh Papua Barat, Bulan Lalu Dapat Penghargaan dari Inggris

UPDATE Rusuh di Manokwari Mereda, Gubernur Jatim Minta Maaf ke Gubernur Papua

Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap tindakan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap tindakan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. (KONTRIBUTOR KOMPAS TV/BUDY SETIAWAN)

Terlebih pengusiran tersebut terjadi dekat dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun.

“Ironis, persekusi dan diskriminasi rasial masih saja berlangsung saat kita merayakan 74 merdeka,” kata Haris

dalam akun twitternya @sy_harris pada Senin (19/8/2019).

Bukan hanya itu kata Haris, negara juga cenderung membiarkan aksi yang terjadi pada Sabtu (17/8/2019) itu.

“Lebih ironis lagi, jika negara dan unsur-unsur negara cenderung membiarkan itu terjadi, padahal konstitusi

menjamin hak dan perlindungan hukum yang sama bagi semua warga negara,” jelas Haris.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved