Breaking News:

OTT di Yogyakarta

OTT 4 Orang di Yogyakarta, Kejati Bilang Bukan di Yogya tapi Solo, Wali Kota Baru Baca di Online

"Iya infonya seperti (itu) dan kita sedang melakukan konfirmasi dengan jajaran Kejati Yogya terkait info dimaksud,"

Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi hasil OTT KPK 

Kejaksaan Agung mendalami informasi terkait jaksa Kejari Yogyakarta yang terjaring operasi tangkap tangan ( OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Senin (19/8/2019).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Kejari Yogyakarta.

"Iya infonya seperti (itu) dan kita sedang melakukan konfirmasi dengan jajaran Kejati Yogya terkait info dimaksud," ujar Mukri ketika dihubungi Kompas.com, Senin malam.

Lautan 2 Juta Demonstran Hong Kong dengan Gerakan Payung Upaya Melawan Kekejaman Rezim Komunis China

Pernikahan Glenn Fredly dan Mutia Ayu Digelar Sederhana dan Dihadiri Tamu Terbatas

Teras Kita Hotel Luncurkan Suite Room, Tarif Mulai Rp 2 Jutaan per Malam

Ada pun empat orang yang ditangkap itu terdiri dari unsur jaksa, rekanan atau swasta, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Selain itu, KPK mengamankan sejumlah uang sekitar Rp 100 juta dalam OTT tersebut.

Menurut keterangan pihak KPK, OTT tersebut diduga terkait suap proyek.

"Diduga terkait proyek yang diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Kronologi Lengkap Bentrokan Warga-mahasiswa Papua Menurut Wali Kota Malang

"Ada sejumlah uang sekitar Rp100 juta," ucap Febri. 

Bantah OTT di Yogya

Terkait kabar operasi tangkap tangan KPK yang menyeret jaksa di Yogyakarta, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY, Jefferdian mengatakan, pihaknya sedang mendalami dan melakukan cek personal soal informasi OTT tersebut.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved