Pencari Suaka

Komnas Anak Akan Bertemu UNHCR untuk Memastikan Anak-anak Pencari Suaka Ditangani dengan Baik

KETUA Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan UNHCR terkait penanganan anak-anak para pencari suaka

Komnas Anak Akan Bertemu UNHCR untuk Memastikan Anak-anak Pencari Suaka Ditangani dengan Baik
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait di sela-sela kunjungan ke lokasi penampungan sementara para pencari suaka di eks gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (20/8/2019). 

"Ada yang mengeluh sudah 7 tahun tidak ada berita apa-apa tentang mereka, statusnya apa juga tidak jelas. Hanya dijanjikan nanti dan nanti, dan ini adalah salah satu bentuk pelanggaran hak orang mendapatkan informasi, saya rasa itu."

KETUA Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).

Pertemuan itu berkaitan mengenai permasalahan penanganan anak-anak pencari suaka yang saat ini tinggal di penampungan sementara di eks gedung Kodim di Kalideres, Jakarta Barat.

Sebab, Arist melihat UNHCR telah gagal menangani para pengungsi terlebih kepada 300 anak-anak yang ada di penampungan tersebut.

Anak Pengungsi Tak Tertangani dengan Baik, Ketua Komnas Anak: UNHCR Gagal Tangani Pencari Suaka

Anies: Masa Depan Pencari Suaka Asal Timur Tengah Bukan Tanggung Jawab Pemprov DKI

Politisi PSI Ini Minta Anies Kunjungi Pengungsian Pencari Suaka

"Besok kita sudah janjikan dengan staf UNHCR kira-kira jam 14.00 untuk bertemu dengan kepala UNHCR untuk menyampaikan keluhan dari para pengungsi ini khususnya persoalan anak-anak," kata Arist Merdeka Sirait di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2019).

Arist mengaku siap menjembatani persoalan ini dengan pihak UNHCR terkait keluhan-keluhan yang disampaikan saat dirinya berkunjung ke lokasi pengungsian para pencari suaka Selasa siang.

Selain itu, ia juga dapat memastikan bahwa UNHCR tidak menelantarkan khususnya anak-anak pencari suara tersebut.

Tanggung jawab UNHCR

Menurut Arist, meski pemerintah telah membantu memfasilitasi tempat, namun tanggung jawab sepenuhnya adalah UNHCR yang harusnya memberikan pelayanan yang terbaik dari mereka, tidak hanya bertugas untuk mencari solusi bagi mereka ke depan.

Tidak tersedianya toilet yang baik, listrik, sanitasi dan pelayanan medis dari UNHCR pun tidak ada, sehingga hal itu membuat para pencari suaka terlantar, seharusnya tanggung jawab UNHCR yaitu memberikan fasilitas bagi mereka.

"Saya melihat tidak ada makanan yang khusus untuk anak-anak. UNHCR punya kewenangan untuk itu, tapi tidak dilakukannya. Padahal kami (Indonesia) telah menyediakan gedung. Ini semua adalah pelanggaran terhadap hak anak," katanya.

Di lain sisi, lokasi penampungan sudah overkapasitas apalagi saat ini terdata lebih dari 1.000 pencari suaka tinggal di lokasi itu tanpa adanya kejelasan terkait nasib mereka.

"Ada yang mengeluh sudah 7 tahun tidak ada berita apa-apa tentang mereka, statusnya apa juga tidak jelas. Hanya dijanjikan nanti dan nanti, dan ini adalah salah satu bentuk pelanggaran hak orang mendapatkan informasi, saya rasa itu," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved