Anies Akan Berkoordinasi dengan Kementerian PUPR Soal Gedung Bekas Wisma Atlet untuk ASN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ihwal gedung bekas Wisma Atlet.

Anies Akan Berkoordinasi dengan Kementerian PUPR Soal Gedung Bekas Wisma Atlet untuk ASN
Warta Kota
Wisma atlet Kemayoran ini dibangun di atas lahan 10 hektare sejak pertengahan Maret 2016 dan telah rampung pada Desember 2017 

Pemerintah Provinsi  (Pemprov) DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ihwal gedung bekas Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Rencananya, gedung bekas Wisma Atlet Kemayoran itu akan digunakan sebagai rumah dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) atau TNI-Polri.

Koordinasi antarlembaga diperlukan untuk mengetahui apakah tawaran hunian tersebut berlaku untuk ASN DKI atau tidak.

Kota Bekasi Bakal Terapkan Jalan Berbayar, Rencananya Dimulai Tahun 2022

PB Perbakin: Target Tiga Medali Emas dari SEA Games 2019 dan Persiapan Olimpiade

Sempat Ketakutan, Warga Papua di Jabodetabek Lega Dapat Jaminan Keamanan dari Kapolda Metro Jaya

“Belum ada pembicaraan dengan kementerian, nanti  kami komunikasi dengan mereka dulu karena itu kewenangan kementerian,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta pada akhir pekan lalu.

Menurut Anies, koordinasi dengan pemerintah pusat diperlukan karena wisma atlet tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR demi  terselenggaranya ajang ASIAN Games 2018.

Karena itu, kata dia, segala keputusan dan kebijakannya diserahkan kepada Kementerian PUPR. “Sejauh ini belum ada pembicaraan untuk ASN DKI,” ujar Anies.

Seperti diberitakan, Wisma Atlet Kemayoran yang sebelumnya digunakan oleh para atlet Asian Games 2018 ini akan digunakan untuk rumah susun bagiaparatur sipil negara atau ASN.

Hunian ini hanya ditujukan bagi ASN yang aktif dan belum memiliki hunian. Nantinya skema iurannya dibayar per bulan dengan tarif yang masih dihitung oleh kementerian.

Tidak hanya itu, sebelum ada kebijakan tersebut, Wisma Atlet n yang dibangun dengan nilai Rp 3,4 triliun tersebut sedianya akan diperuntukan sebagai relokasi warga yang terdampak program pemerintah.

Baru Terungkap Sebesar Ini Uang yang Harus Dibayar Cristiano Ronaldo untuk Berdamai dengan Korban

Ini Sosok yang Diduga Berada di Balik Rusuh Papua Barat, Bulan Lalu Dapat Penghargaan dari Inggris

Mantan Preman Terminal Nekat Jadi Tentara Ditolak 3 Kali, Prestasinya Nggak Bisa Dianggap Enteng

Bahkan, ketika wacana itu mengemuka, banyak warga yang terdampak program pemerintah maupaun warga yang bakal direlokasi sangat berharap dipindah ke bekas Wisma Atlet Kemayoran itu.

Seperti harapan warga Rusun Penjaringan, Jakarta Utara. Meski sudah diputuskan bahwa penghuni Rusun Penjaringan, Jakarta Utara bakal  direlokasi ke Rusun Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, namun sejumlah warga masih berhadap dipindah ke Wisma Altet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketua RW 06 Kecamatan  Penjaringan, Hartono, mengatakan masih ada sejumlah warga yang berharap direlokasi ke Wisma Atlet.

“Dibandingkan (Rusun) Marunda, jauh lebih dekat (Rusun) Rawa Buaya. Tapi kalau ditanya, kita maunya sih Wisma Atlet,” kata Hartono, Minggu (23/6/2019).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved