UP PTSP Kecamatan Koja Luncukan Aplikasi Si KeRen Koja

Dalam upaya meningkatan pelayanan kepada warga, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)Kecamatan Koja terus melakukan berbenah dan membuat inovasi

UP PTSP Kecamatan Koja Luncukan Aplikasi Si KeRen Koja
WartaKota/Junianto Hamonangan
Kepala PTSP Kecamatan Koja Maman Suparman saat memberikan penjelasan mengenai aplikasi Si Keren Koja untuk meningkatan pelayanan non perizinan KRK. (Dok. Pemkot Jakut) 

Dalam upaya meningkatan pelayanan kepada warga, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Koja terus melakukan berbenah dan membuat beberapa inovasi.

Salah satu inovasi yang diluncurkan yaitu program aplikasi Si KeRen Koja, aplikasi ini bertujuan meningkatan pelayanan non perizinan Ketetapan Rencana Kota (KRK) melalui pengendalian kerja petugas dari tujuh hari menjadi empat hari kerja.

Dilanda Kekeringan, Sawah Petani di 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Gagal Panen dan Jadi Tandus

Selalu Berpindah-pindah Tempat Sembunyi, Kawanan Polisi Dibuat Kecele Oleh Pelaku Peremas Payudara

Gali Ratusan Kuburan TPU Baitul Rahman Ciputat, Tim Bongkar Makam Mendadak Kesurupan dan Mengamuk

Camat Koja, Ade Himawan, menerangkan, Si KeRen Koja merupakan suatu proper inovasi yang cukup luar biasa. Sebab, dapat memberikan efisiensi waktu yang dibutuhkan masyarakat.

Meski pemotongan waktu memberikan efisiensi waktu, namun pihaknya tetap mengedepankan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

"Masyarakat akan terlayani secara cepat. Karena Koja ini punya jumlah penduduk hampir 3.356.000 jiwa yang teridiri dari 193.000 KK. Kalau dari 20 persen pengajuan dengan waktu yang cukup cepat, ini suatu hal yang luar biasa,” kata Ade Himawan, Senin (19/8/2019).

Dengan adanya aplikasi ini, Ade berharap proses pengurusan KRK berjalan dengan lancar sesuai komitmen, sebab jika mengacu pada Perda Nomor 1 tahun 2014, pengurusan KRK itu dilakukan selama 14 hari.

"Mudah-mudah ini jadikan role mode, minimal se-Kota dulu next mungkin ke depan kalau memang jangka pendeknya ini berhasil bisa disambung ke tingkat provinsi," katanya.

Baru Sehari Diresmikan, Skate Park Spot Budaya 2 Dukuh Atas Sudah Rusak

Kemkominfo Batasi Internet di Papua, Juga Layanan Data Telkomsel, Ini 2 Hoaks Pemicunya

Debutan Ramaikan Persaingan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series 2019-North Region

Saat ini pihaknya masih mengedepankan sosialisasi kepada masyarkat dan meminta lurah masing-masing wilayah agar menyampaikan kepada warganya dengan jelas. Sehingga, nantinya warga dapat mengerti dan paham dengan baik. Termasuk tentang persyaratannya dalam mengurus KRK.

"Jadi harus tersosialisasi dengan baik agar masyarkat tidak ada lagi syarat yang ketinggalan atau belum lengkap saat mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PTSP Kecamatan Koja Maman Suparman menerangkan, ide pembuatan aplikasi itu berawal dari banyaknya permohonan KRK di Koja. Yakni mencapai 1.500 permohonan dalam waktu setahun. Dan jumlah tersebut adalah yang paling banyak di DKI Jakarta.

“Sesuai SOP, pengerjaan permohonan KRK itu selama 14-7 hari kerja dan itu terlalu cukup lama. Dan supaya semua permohonan bisa terselesaikan dalam waktu lebih cepat sehingga diluncurkan aplikasi Si KeRen Koja," ucapnya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved