Histori

Museum Kebangkitan Nasional Ikuti Perkembangan Zaman, Mulai dari Isu Hingga Teknologi

Tujuan pembenahan diri Museum Kebangkitan Nasional tersebut, agar Museum Kebangkitan Nasional bisa ikuti perkembangan zaman.

Museum Kebangkitan Nasional Ikuti Perkembangan Zaman, Mulai dari Isu Hingga Teknologi
Joko Supriyanto
Patung Kartini di Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Dr Abdul Rahman Saleh No 26, Jakarta Pusat 

Mulai dari ruang pengenalan, masuknya bangsa Eropa, ruang perlawanan fisik, ruang politik etis, ruang sejarah pendidik, ruang Budi Utomo, ruang anatomi, lab kimia, asrama, dan lainnya.

“Di sini juga ada alat rontgen tertua juga alat pemecah kepala, yang digunakan para siswa kedokteran saat itu,” jelasnya.

Museum tersebut, lanjut Danu, menceritakan sejarah awal mulanya berdiri Budi Utomo dan Stovia.

Dimana Budi Utomo berdiri atas perlawanan bangsa Indoensia terhadap bangsa Belanda.

Museum Kebangkitan Nasional, yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.
Museum Kebangkitan Nasional, yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

“Mereka bangkit untuk membuat organisasi Budi Utomo, yang didirikan pelajar Stovia"

"Di tempat ini, Budi Utomo didirikan oleh sembilan tokoh dengan melakukan perundingan atas gagasan dan usul Pa Wahidin untuk melawan Belanda,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Danu, untuk menarik pengunjung, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan.

Seperti dengan mempersilakan pengunjung menggelar workhop, pameran, pelatihan, diskusi, dan kegiatan pendidikan lainnya.

Museum Kebangkitan Nasional, yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.
Museum Kebangkitan Nasional, yang berada di Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

“Salah satunya kami juga memiliki kelas merajut, kafe, layanan pengobatan gratis, juga sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Ini untuk mendekatkan museum kepada masyarakat,” jelasnya.

Rahma (24) salah satu pengunjung, mengatakan, bahwa memang museum harus dikelola lebih moderen.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved