Kabinet Jokowi

5 Alasan Jokowi Harus Libatkan Aktivis 98 untuk Masuk Dalam Kabinet Jilid II

Janji Jokowi bakal dibuktikan untuk gandeng Aktivis 98 ke dalam susunan kabinetnya, mengapa

5 Alasan Jokowi Harus Libatkan Aktivis 98 untuk Masuk Dalam Kabinet Jilid II
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Salah satu tokoh aktivis 98, Wahab Talaohu (depan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Graha Pena 98, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/2018). 

Tinggal hitungan hari, kabinet Jokowi jilid II yang digadang-gadang bakal sarat dengan anak muda dan kaum profesional bakal diumumkan.

Jokowi janji gandeng Aktivis 98 untuk masuk dalam kabinet kerja jilid II.

Tak lama lagi pemerintahan Jokowi periode kedua bakal terbentuk. 

Janji Jokowi bakal dibuktikan untuk gandeng Aktivis 98 ke dalam susunan kabinetnya, seperti yang Jokowi ucapkan secara tegas dalam acara halal bilhalal dengan kelompok Aktivis 98 beberapa waktu lalu.

Jokowi dalam sambutannya sempat menyinggung dan berjanji dalam kabinetnya bakal ada Aktivis 98 yang dianggap mampu dibidangnya untuk turun andil berkiprah di pemerintahannya 5 tahun ke depan.

Sebenarnya apa sih daya tarik Aktivis 98 ini? 

Apa yang membuat Jokowi harus menggandeng setidaknya dua orang aktifis 98 untuk masuk ke gerbong kabinetnya.

AKTIVIS 98 Faizal Assegaf Dianggap Tak Punya Adab dan Hina Ulama NU, Tokoh NU Ajak Banser Bersikap

Mengapa aktifis 98 dianggap penting untuk diikutsertakan?

DR. Kaharruddin Syah, SH,MH dari Universitas Muhammadiyah Palu Sulawesi Tengah memaparkan secara lugas seberapa pentingnya posisi Aktivis 98 pada pemerintahan Jokowi periode kedua.

Berikut 5 alasan yang mengharuskan Jokowi menggandeng Aktivis 98 ke dalam Kabinet Kerja Jilid II :

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved