Waspadai Kelompok Radikal Persaudaraan Indonesia Gelar Silaturrahmi

Waspadai Kelompok Radikal & Intoleran, Persaudaraan Indonesia Gelar Silaturrahmi Antar Tokoh Adat & Lintas Agama

Waspadai Kelompok Radikal Persaudaraan Indonesia Gelar Silaturrahmi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Dalam rangka menjaga kerukunan antar-umat beragama, Persaudaraan Indonesia menggelar silaturrahmi dan doa syukur nasional dengan mengusung tema "Meng-Indonesia-kan Indonesia", di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu (18/8/2019). 

 Dalam rangka menjaga kerukunan antar-umat beragama, Persaudaraan Indonesia menggelar silaturahmi dan doa syukur nasional dengan mengusung tema "Meng-Indonesia-kan Indonesia", di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu (18/8/2019).

Tokoh nasional anti radikalisme dan intoleransi, Haidar Alwi yang menjadi pembicara dalam acara tersebut menyampaikan keprihatinannya mengenai situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Mencuatnya isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan) yang difasilitasi kaum wahabi mendorong perkawinan antara radikalisme dan intoleransi hingga menghasilkan anak haram berupa terorisme.

Ingin Memerdekakan Ciliwung dari Sampah dan Pelanggaran, KCD Gelar Upacara 17 Agustus di Sungai

Dadang Senang Tim Dayung Kelurahan Gunung Sahari Utara Sabet Juara I Lomba Dayung

Uji Kompetensi Calon Dansatlak Marinir

Setelah 30 Tahun Tak Pernah Ikut, Wati Tukang Sapu Perumahan Bangga Bisa Pimpin Upacara 17-an

"Akar persoalan sesungguhnya adalah sang Wahabi yang memfasilitasi serta melegalkan perkawinan sesat antara radikalisme dan intoleransi. Dan anak haram yang dilahirkan dengan nama terorisme, justru dijadikan sosok berakhlak mulia dalam keluarga besar wahabisme," ujar Haidar Alwi.

Bahkan menurutnya, sang wahabi mensejajarkan diri dengan Tuhan dan memberikan tiket masuk surga bagi pasangan sesat tersebut termasuk anak haramnya.

Tumbuh kembang wahabisme telah dilarang di sejumlah negara Islam termasuk Arab Saudi karena terbukti menyimpang, sesat dan hanya menyebabkan kehancuran suatu bangsa dan negara, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, perlu mengikuti jejak tersebut karena wahabisme jauh lebih berbahaya daripada komunisme maupun organisasi terlarang PKI & HTI.

"Tidak ada pilihan lain untuk kita semua rakyat Indonesia selain mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan Undang-Undang yang menyatakan dengan jelas bahwa wahabi atau wahabisme sebagai paham atau organisasi terlarang yang tidak boleh ada apalagi tumbuh kembang di NKRI," tutur Haidar Alwi.

Penjelasan Lengkap Soal Sejarah, dan Fungsi Lambang Palang Merah

Masalah Besar Tangerang Selatan Setelah 2 Periode Kepemimpinan Airin Rachmi Diany

Mulai Senin Besok, Bioskop XXI TIM Pamit Tak Beroperasi, & Foto-Foto Desain Revitalisasi TIM

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, Edy Junaidi mengapresiasi dan menyambut baik gagasan Persaudaraan Indonesia dalam menjaga kerukunan antar-umat beragama serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Tokoh adat dan lintas agama termasuk para raja dari berbagai daerah yang dihadirkan dalam acara itu dapat menjadi cerminan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.

"Mudah-mudahan acara ini dapat membangunkan kembali rasa cinta kita terhadap Pancasila. Kami dari Pemprov DKI mengajak kita bersatu dalam wisata religi untuk menunjukkan keanekaragaman kita. Kami juga akan menyiapkan akomodasi dan fasilitas transportasi untuk mendorong pertumbuhan wisata religi bersama," ucapnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved