HUT RI

Tukang Sapu Perumahan Gelar Upacara HUT ke-74 RI

Tukang Sapu Perumahan Gelar Upacara HUT ke-74 RI. Simak selengkapnya di dalam berita unik ini.

Tukang Sapu Perumahan Gelar Upacara HUT ke-74 RI
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Ibu-ibu yang berprofesi tukang sapu menggelar upacara di Kompleks The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8/2019). 

KEMERIAHAN HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) dirayakan puluhan ibu-ibu yang berprofesi sebagai tukang sapu untuk menggelar upacara pengibaran benderan di Kompleks Vineyard The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Mengenakan pakaian putih dengan jilbab merah, para ibu-ibu ini merupakan tukang sapu yang bekerja di kawasan The Green BSD.

Sekira pukul 12.00 WIB, mereka memulai upacara yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Wati (46). Sementara sisanya berbaris rapih di depan tiang bendera sederhana.

RAN Luncurkan Single Cant Stop Dalam Album Kompilasi Dari Indonesia Untuk Dunia

Meski mengikuti upacara layaknya Paskibraka, upacara yang digelar ibu-ibu ini penuh canda dan tawa akibat beberapa kesalahan yang dibuat.

Wati mengatakan sudah sekitar 30 tahun tidak mengikuti upacara sejak bersekolah SMA, kegiatan ini pun membuat dirinya berbahagia.

"Rasanya ada bangganya kita tukang sapu bisa menginspirasi tukang sapu-sapu lain bikin begitu, berarti kita diakui sebagai warga Indonesia," kata Wati seusai upacara.

Sementara, tukang sapu lainnya, Yeni (56), mengaku belum pernah merasakan upacara HUT RI selama hidupnya. Kegiatan ini menjadi kali pertama untuk Yeni mengikuti upacara.

"Senang, gembira. Baru pertama kali ikut upacara rasanya seneng banget," ujar Yeni.

Agar Tidak Salah Paham dengan Lambang Palang Merah, Ini Sejarah & Penjelasan Lengkapnya

Kegiatan ini diadakan tepat di depan rumah warga The Green BSD, Ferra Febrianti, yang juga sengaja mengumpulkan tukang sapu di sekitar kompleknya untuk sama-sama merayakan kemerdekaan.

"Saya harap mereka bisa merasakan apa itu artinya kemerdekaan. Mereka pulang kerja (latihan), mereka juga pakai baju putih karena selama ini mereka hanya menjadi penonton tidak berpartisipasi," ucap Ferra yang bertugas sebagai pemimpin upacara.

Ferra menceritakan, kegiatan ini bermula dari curahan hati seorang tukang sapu yang ingin merasakan upacara kemerdekaan karena tidak pernah merasakan upacara seumur hidupnya.

Hal itu lah yang menggerakan hati Ferra untuk mengumpulkan mereka dan mengajaknya untuk sama-sama menggelar upacara kemerdekaan.

Penjelasan Lengkap Soal Sejarah, dan Fungsi Lambang Palang Merah

"Alhamdulillahnya Itu tercurah dari mereka, mereka nanya upacara kemerdekaan seperti apa karena saya kan enggak pernah sekolah. Semua ini para tukang sapu yang bekerja di sini," terangnya.

Sebelum memulai upacara, para ibu-ibu ini juga diajak untuk membaca dan mempelajari Al Quran yang diajarkan oleh beberapa ustad.

Setelah upacara, terdapat berbagai lomba juga untuk ibu-ibu tukang sapu ini guna menyemarakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved