Setelah 30 Tahun Tak Pernah Ikut, Wati Tukang Sapu Perumahan Bangga Bisa Pimpin Upacara 17-an

kegiatan ini bermula dari curahan hati seorang tukang sapu yang ingin merasakan upacara kemerdekaan karena tidak pernah upacara seumur hidup

Setelah 30 Tahun Tak Pernah Ikut, Wati Tukang Sapu Perumahan Bangga Bisa Pimpin Upacara 17-an
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Ibu-ibu yang berprofesi tukang sapu menggelar upacara di Kompleks The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8/2019). 

Meski berprofesi sebagai tukang sapu, namun semangat puluhan ibu-ibu merayakan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) patut diacungi jempol.

Mengenakan pakaian putih dengan jilbab merah, para ibu-ibu yang merupakan tukang sapu di kawasan The Green BSD ini menggelar upacara pengibaran bendera di Kompleks Vineyard The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Sekitar pukul 12.00 WIB, mereka memulai upacara yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Wati (46). Sementara sisanya berbaris rapi di depan tiang bendera sederhana.

Meski menjalani upacara layaknya paskibraka, upacara yang digelar ibu-ibu ini penuh canda dan tawa akibat beberapa kesalahan yang dibuat.

Wati menuturkan dirinya sudah sekitar 30 tahun tidak mengikuti upacara sejak bersekolah di SMA. Tak ayal, kegiatan ini membuat dirinya berbahagia.

“Rasanya ada kebanggaan kita sebagai tukang sapu bisa menginspirasi tukang sapu-sapu lain bikin begitu, berarti kita diakui sebagai warga Indonesia,” kata Wati seusai upacara.

Tukang sapu lainnya, Yeni (56), mengaku belum pernah merasakan upacara HUT RI selama hidupnya.

“Senang, gembira. Baru pertama kali ikut upacara rasanya seneng banget,” ujar Yeni.

Kegiatan ini diadakan tepat di depan rumah warga The Green BSD, Ferra Febrianti, yang sengaja mengumpulkan tukang sapu di sekitar kompleknya untuk sama-sama merayakan kemerdekaan.

“Saya harap mereka bisa merasakan apa itu artinya kemerdekaan. Mereka pulang kerja (latihan), mereka juga pakai baju putih karena selama ini mereka hanya menjadi penonton tidak berpartisipasi,” ucap Ferra yang bertugas sebagai pemimpin upacara.

Ferra menceritakan, kegiatan ini bermula dari curahan hati seorang tukang sapu yang ingin merasakan upacara kemerdekaan karena tidak pernah merasakan upacara seumur hidupnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved