Minim Lampu PJU, Lokasi Prostitusi di Kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi Rawan Tindak Kriminalitas

Kami akan bersurat, setelah mendapatkan izin baru melakukan penertiban dan juga membuat lampu penerangan,” paparnya.

Minim Lampu PJU, Lokasi Prostitusi di Kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi Rawan Tindak Kriminalitas
istimewa
Polisi mengamankan belasan pemuda yang terlibat adu bacok menggunakan pedang dan parang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, Rabu (30/7/2019) dini hari. 

Sudah diminta berkali-kali, namun hingga kini keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang belum juga disediakan.

Tak ayal, praktik prostitusi di lokasi tersebut makin merebak.

“Tempatnya kan gelap, kami padahal sudah berkali-kali meminta pihak Pemkot Tangerang untuk membuat penerangan di kawasan tersebut. Tapi nyatanya belum ada juga, jika dibiarkan terus menerus ini sangat membahayakan. Kami sering juga melakukan penangkapan sejumlah tindak pidana kriminal di lokasi itu,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tangerang, Iptu Prapto Laksono, kepada Warta Kota, Minggu (18/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Prapto menyebut, kawasan Pasar Tanah Tinggi sangat strategis dan nyaman bagi para pekerja seks komersial serta muncikari yang melayani para pria hidung belang.

Tak jarang, bisnis esek-esek tersebut kerap memicu tindakan kriminal yang membuat pihak kepolisian setempat kerepotan jika ada peristiwa yang muncul.

“Memang banyak praktik prostitusi di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi. Ini memang menjadi lokasi titik rawan kejahatan,” ujar Prapto.

Menurutnya kondisi pasar tersebut sangat ramai dan dapat mengundang niat orang untuk berbuat jahat. Apalagi praktik asusila tersebut terkesan dibiarkan oleh pemerintahan setempat.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli, mengakui area Pasar Induk Tanah Tinggi ini memang menjadi zona merah bisnis prostitusi.

“Memang benar lokasinya gelap, itu yang membuat kami kesulitan karena tidak adanya lampu penerangan jalan umum (JPU),” ungkap Ghufron.

Kendati demikian, Ghufron berjanji akan membabat habis praktik prostitusi di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi.

“Dalam sepekan kedepan akan kami tindak lanjuti masalah ini. Kami juga kesulitan karena di lokasi itu lahannya milik Kemenkumham. Harus meminta izin terlebih dahulu. Kami akan bersurat, setelah mendapatkan izin baru melakukan penertiban dan juga membuat lampu penerangan,” paparnya.

Setelah 30 Tahun Tak Pernah Ikut, Wati Tukang Sapu Perumahan Bangga Bisa Pimpin Upacara 17-an

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved