Breaking News:

Infrastruktur

Potensi Bisnis Besar, Rest Area Nantinya Tak Sekadar Berisi Tenant F&B tapi juga Tenant Hiburan

Dari sisi bisnis, keberadaan jalan tol, khususnya pada tempat peristirahatan atau rest area memiliki potensi bisnis yang cukup besar.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Direktur Utama KM 72 A tol Cipularang Jimmy Leo Tjandra (tengah) dan Ketua Umum Aprestindo, R Widie Wahyu GP (kedua kanan) membahas soal potensi bisnis rest area di jalan tol dalam acara Gathering Rest Area KM 72A di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (15/8/2019). 

Melihat potensi bisnis tersebut, Jimmy Leo Tjandra menyebutkan bahwa target bisnis ke depan untuk rest area akan mengarah kepada rest area destinasi.

PEMBANGUNAN infrastruktur, khususnya jalan tol, saat ini tengah getol-getolnya dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

Jalan tol, sebagai urat nadi baru perekonomian nasional, secara perlahan tetapi pasti, telah menggeser peran dan fungsi jalan-jalan  lama, jalan arteri, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Keberadaan jalan tol telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi, bisnis, perdagangan, transportasi, dan konektivitas.

Nuansa Merah Putih di KA Argo Parahyangan, 5 KA Lokal Gratis Hari Ini, Ini Daftarnya

Hari Ini, Komunitas Indonesia Trip Gelar Funtrip 17 Agustus di Situ Gunung Sukabumi

Rest Area Unik Ala Kampoeng Beruang Yonif 9 Marinir

Direktur Utama KM 72 A Tol Cipularang Jimmy Leo Tjandra
Direktur Utama KM 72 A Tol Cipularang Jimmy Leo Tjandra (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Dari sisi bisnis, keberadaan jalan tol, khususnya pada tempat peristirahatan atau rest area memiliki potensi bisnis yang cukup besar.

Dirut KM 72 A Tol Cipularang Jimmy Leo Tjandra menyebutkan bahwa omset dari tenant-tenant yang ada di KM 72A bisa mencapai kisaran antara Rp 100 juta - Rp 500 juta per bulan.

“Kalau kita bicara dari luasan rest area km 72 A, misalnya 10.000 meter persegi itu bisa dapat sekitar 50 tenant yang cukup besar yang luasannya antara 100-300 meter persegi," tuturnya.

"Artinya, potensi bisnis ini 50 dikalikan Rp 100-500 juta, berarti angkanya antara Rp 5 miliar-25 miliar per bulan,” ujar Jimmy kepada Wartakotalive.com di sela-sela Gathering Rest Area KM 72A di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Rest Area Kampoeng Beruang, yang identik dengan Satuan Yonif 9 Mar Beruang Hitam, hasil inovasi Bapak Beruang, panggilan Danyonif 9 Mar, Letkol Marinir Syamsul Bahri M. Tr(Hanla) bersama prajuritnya.
Rest Area Kampoeng Beruang, yang identik dengan Satuan Yonif 9 Mar Beruang Hitam, hasil inovasi Bapak Beruang, panggilan Danyonif 9 Mar, Letkol Marinir Syamsul Bahri M. Tr(Hanla) bersama prajuritnya. (Dispen Kormar)

Tenant Hiburan

Melihat potensi bisnis tersebut, Jimmy menyebutkan bahwa target bisnis ke depan untuk rest area akan mengarah kepada rest area destinasi.

Artinya, lanjut dia, rest area tidak lagi hanya berisi tenant-tenant Food and Beverage (F&B) melainkan nantinya akan ada tenant-tenant hiburan.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved