HUT Kemerdekaan RI

Jokowi Sindir Kebiasaan Pejabat Studi Banding ke Luar Negeri, Begini Reaksi Fadli Zon

Menurut Fadli Zon, di DPR saat ini tidak ada lagi studi banding, yang ada adalah diplomasi parlemen atau kunjungan kerja.

Jokowi Sindir Kebiasaan Pejabat Studi Banding ke Luar Negeri, Begini Reaksi Fadli Zon
Warta Kota/Gede Moenanto Soekowati
Fadli Zon didampingi Husnan Bey Fananie di parlemen Azerbaijan di Kota Baku. 

Menurut Jokowi, pesan ini juga relevan untuk para anggota dewan yang terhormat.

"Ini juga relevan untuk bapak ibu anggota Dewan," ucap Jokowi yang disambut tawa para anggota dewan.

 Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma Jadi Tersangka, Adian Napitupulu: Wibawa Konstitusi Kita Diuji

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (16/8/2019).  

Studi banding memang sering kali dilakukan banyak petinggi di negara ini.

Tujuannya, membawa pulang pengetahuan yang mungkin saja bisa diterapkan dalam pembangunan di Tanah Air.

Namun, banyak di antara mereka yang tidak memanfaatkan studi banding secara efektif dan positif.

 Dari Total 376 Pendaftar Calon Pimpinan KPK, Cuma 192 Orang yang Lolos Seleksi Administrasi

Jusuf Kalla  lantas melontarkan sindiran kepada kepala daerah yang sibuk studi banding, namun tidak mengimplementasikannya di daerah yang mereka pimpin.

"Jangan hanya kita studi banding ke Singapura, Tokyo, atau ke mana saja, tapi tidak melaksanakannya dengan baik (saat kembali ke daerahnya)," papar JK.

Menurutnya, studi banding tidak perlu jauh hingga ke negeri seberang.

 Napak Tilas Peristiwa Rengasdengklok, Holisticare EsterC Gelar Ultra Relay Run 74 Kilometer

Kata JK, studi banding cukup di sejumlah kota di Tanah Air yang terbukti mampu menerapkan pembangunan kota yang baik, seperti Surabaya.

"(Lebih baik) studi banding ke kota lain, Surabaya bersih, atau Tangerang baik, ya studi banding ke situ (saja)," saran JK.

Selain terlalu jauh, Singapura dan negara lainnya yang biasa dijadikan acuan untuk studi banding, tentunya memerlukan biaya yang mahal.

 Kuasa Hukum Tegaskan Gugatan ke MA untuk Kedua Kalinya Atas Sepengetahuan Prabowo-Sandi

Oleh karena itu, JK menyarankan agar para kepala daerah ini melakukan studi banding di dalam negeri saja.

Hal itu karena terdapat sejumlah kota yang berhasil menerapkan pembangunan sebagai kota cerdas.

"Singapura terlalu jauh (untuk studi banding), dan lebih murah kalau studi banding (di Indonesia saja)," ucap JK. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved