HUT Kemerdekaan RI

Gelar Upacara Bendera Bertema Kebangsaan, Warga RW 08 Lenteng Agung Kenakan Baju Daerah

Dengan pakaian khas betawi, kaum pria mengenakan baju ujung serong dan celana hitam dengan kain batik melingkar pada bagian pinggang.

Gelar Upacara Bendera Bertema Kebangsaan, Warga RW 08 Lenteng Agung Kenakan Baju Daerah
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
SUASANA upacara bendera warga RW 08 Lenteng Agung dalam peringatan HUT ke-74 RI di Lapangan Flamboyan, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019) pagi. 

"Dalam Rangka HUT RI ke 74 warga RW 08 melaksanakan Upacara Bendera dengan tema kebangsaan dengan menggunakan baju daerah. Bukan cuma unik, tapi menjadi bukti bahwa warga rukun dan guyub walau berbeda-beda."

UPACARA bendera HUT ke-74 RI yang digelar warga RW 08 Lenteng Agung di Lapangan Flamboyan, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pagi ini, Sabtu (17/8/2019) terlihat berbeda.

Warga yang mengikuti upacara tersebut tampak tidak berseragam, melainkan justru mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Kehadiran puluhan warga yang berasal dari 12 RT di wilayah RW 08 Lenteng Agung itu sudah terlihat sejak pukul 06.30 WIB.

Tasyakuran Warga Lenteng Agung, Ustaz Suhendi: Jalin Kebersamaan dalam Pembangunan

Komunitas Ciliwung Depok Kibarkan Bendera di Tengah Aliran Sungai Ciliwung di Kawasan GDC Kota Depok

Hari Ini, Komunitas Indonesia Trip Gelar Funtrip 17 Agustus di Situ Gunung Sukabumi

SUASANA upacara bendera warga RW 08 Lenteng Agung dalam peringatan HUT ke-74 RI di  Lapangan Flamboyan, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019) pagi.
SUASANA upacara bendera warga RW 08 Lenteng Agung dalam peringatan HUT ke-74 RI di Lapangan Flamboyan, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019) pagi. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Pakaian daerah yang umumnya dikenakan adalah pakaian khas betawi, kaum pria mengenakan baju ujung serong dan celana hitam dengan kain batik melingkar pada bagian pinggang.

Baju yang dulu dikenakan para tuan tanah dan demang zaman kolonial Belanda itu disempurnakan dengan peci hitam.

Tetapi tidak sedikit warga yang mengenakan baju pangsi, baju para jawara betawi lengkap dengan gesper atau sabuk berukuran besar di pinggang mereka.

Melengkapi kaum pria, para ibu mengenakan baju kebaya encim yang dipadankan dengan batik warna warni motif batik khas betawi, seperti kembang kelapa, ondel-ondel ataupun burung glatik lambang Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan.

Selain pakaian khas betawi, terlihat juga warga yang mengenakan pakaian daerah Jawa Tengah dengan baju sorjan yang dipadukan dengan celana hitam dengan batik lurik pada bagian pinggang serta blankon di kepala serta keris di pinggang.

Bagi warga Lenteng Agung kelahiran Jawa Timur, mereka mengenakan pesa'an.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved