Berita Video

VIDEO: Festival Permainan Tradisional Ramaikan HUT Ke-69 Kabupaten Bekasi

Jenis festival permainan tradisional ini meliputi egrang, prepet jengkol, rorodaan , kelom batok, maupun sumpit.

VIDEO: Festival Permainan Tradisional Ramaikan HUT Ke-69 Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Festival permainan tradisional disuguhkan dalam hari jadi Pemerintah Kabupaten Bekasi ke-69, pada Kamis (16/8/2019). 

Festival permainan tradisional disuguhkan dalam hari jadi Pemerintah Kabupaten Bekasi ke-69, pada Kamis (16/8/2019).

Pantauan Warta Kota, area festival itu terbangun dari bambu, terdapat track untuk perlombaan egrang maupun kelom batok.

Kehadiran festival permainan tradisional ini sangat disambut baik dari kalangan tradisional.

Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional Yayat Subiatna mengatakan selain pada HUT ke-69 Kabupaten Bekasi kegiatan ini juga rutin dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Jenis festival permainan tradisional ini meliputi egrang, prepet jengkol, rorodaan , kelom batok, maupun sumpit.

 KISAH Mantan Preman yang Jadi Anggota Kopassus, Sosok Untung Pranoto 17 Kali Naik Pangkat

 Wapres Jusuf Kalla Perintahkan TNI-Polri Serang Balik KKB Papua dan Sebut Tidak Akan Melanggar HAM

 Surya Paloh: Kita Malu-malu Kucing Mendeklarasikan Indonesia Adalah Negara Kapitalis Liberal

Semua itu merupakan permainan tradisional khas Jawa Barat, termasuk Bekasi.

"Ini dihadiri 23 kecamatan, satu Kecamatan 5 orang anak yang dihadirkan dilombakan disini," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (15/8/2019).

Yayat sekaligus ketua panitia festival menuturkan adapun hadiah utama merupakan uang tunai, bagi juara satu, dua dan tiga.

"Ada juga hadiah untuk juara harapan, dan masih banyak lagi," ucap dia.

Adanya festival permainan tradisional ini, kata Yayat juga dapat melestarikan nilai-nilai budaya yang ada, khususnya kepada anak-anak ini.

 56 Jendral Dimutasi, Mayjen TNI Yosua Sembiring Ditarik dari Papua, Suami Bella Saphira Siap Pensiun

"Bidang budaya permainan tradisional ini sudah sangat ditinggal dan dilupakan oleh anak-anak. Adanya ini agar jadi pelestarian ke anak-anak lebih mengenal dan mencintai nilai-nilai tradisi. Jadi ini kan tumbuh keinginan untuk melestarikan," katanya.

Mamat (10) mengaku senang akan kehadiran festival permainam tradisional ini.

Pasalnya, permainan ini sudah sangat jarang dilihat dan mainkan oleh para anak-anak.

"Senang aja, jarang-jarang main egrang main prepet jengkol. Ternyata seru juga ya, engga kalah seru sama permainan handphone," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved