Info Kemenag

Implementasi PAI Pada Kurikulum 2013 Belum Maksimal

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah pada saat ini sangat perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, mengingat perkembangan zaman yang terus maju

Implementasi PAI Pada Kurikulum 2013 Belum Maksimal
Istimewa
Implementasi PAI Pada Kurikulum 2013 Belum Maksimal 

WARTA KOTA,JAKARTA - Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah pada saat ini sangat perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, mengingat perkembangan zaman yang terus maju membutuhkan alat filter terhadap berbagai hal yang dapat memberikan pengaruh buruk yang datang dari faktor internal maupun eksternal.

Namun sangat disayangkan, PAI di Sekolah sering dianggap kurang berhasil dalam membentuk sikap dan perilaku keberagamaan peserta didik serta membangun moral dan etika bangsa tersebut. 

Meski saat ini banyak sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013, sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013, yakni pemerintah mulai tahun pelajaran 2013/2014 telah memberlakukan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013,  namun kebijakan pemerintah tersebut menemui banyak kendala pada tataran implementasinya.

Oleh karena itu, perlu kiranya mengkaji seberapa efektif  Implementasi Kurikulum 2013 pada pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah. Kajian tersebut dilakukan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama  ”Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013” yang bertujuan untuk mengkaji keterlaksanaan dan dampak dari penerapan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan pada matapelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum jenjang SMP.

Dari hasil temuan survei Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama  yang berlokasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di 11 propinsi: yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tangah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT, dalam implementasi kurikulum 2013 pada penerapan Pendidikan Agama Islam di sekolah, ternyata ada faktor penghambat yang ditemui ketika mengimplemtasikan Kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah pada sekolah sasaran penelitian. 

Faktor penghambat tersebut diantaranya buku pelajaran PAI belum sepenuhnya tersedia di sekolah baik swasta atau negeri, guru – guru PAI belum terampil membuat media pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi, kurang didukung sarana pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 seperti laptop dan infokus di kelas serta  masih ada guru yang belum mengikuti Bimtek.

Selain itu, faktor penghambat lainnya adalah kurangnya anggaran untuk sosialisasi kurikulum 2013, banyaknya administrasi guru yang harus disiapkan sementara itu guru memilki waktu  yang terbatas karena harus mengajar 24 jam pelajaran per minggu, masih kurangnya buku penunjang pelajaran PAI, dan kesulitan guru mendapatkan informasi tentang kurikulum 2013.

Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut dapat ditarik beberapa rekomendasi bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian agama perlu menguatkan kebijakan dalam upaya memaksimalkan Implementasi kurikulum 2013.

Kebijakan apa saja yang perlu dikuatkan? Diantaranya, meningkatkan kualitas ketersediaan pedoman  kurikulum 2013, ketersediaan buku pedoman guru, dan buku pelajaran siswa. 

Sedangkan dari sisi sekolah terkait pengamalan pendidkan agama Islam, yakni perlu memperbanyak kegiatan-kegiatan keagamaan  yang dapat meningkatkan peserta didik agar lebih maksimal lagi dalam melakukan salat fardu, salat jamaah di sekolah, baca quran setiap hari, pengajian di sekolah,  mendorong siswa menghatamkan Alquran, mendorong siswa melaksanakan puasa sunah senin kamis. Sedangkan terkait pendidikan karakter kebangsaan, sekolah harus memperbanyak kegiatan-kegiatan yang dapat  meningkatkan karakter religius, jujur, kreatif  dan rasa ingin tahu . (*)

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved