IJSL Cipta Cendikia Persembahkan Kado untuk HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia

Tim sepak bola Indonesia Junior Soccer League sukses menjuarai turnamen Piala Gothia China 2019, Jumat (16/8/2019).

IJSL Cipta Cendikia Persembahkan Kado untuk HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia
Arsip IJSL Cipta Cendikia
Tim Indonesia Junior Soccer League atau (IJSL) Cipta Cendikia U-12 merebut gelar juara Gothia Cup China 2019, Jumat (16/8/2019). 

Tim Indonesia Junior Soccer League atau (IJSL) Cipta Cendikia memberi kado untuk perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tim IJSL atau Indonesia Junior Soccer League Cipta Cendikia memberi kado dengan menjuarai Gothia Cup China 2019 kelompok usia di bawah 12 tahun (U-12).

Tim IJSL Cipta Cendikia juara setelah mengalahkan TTC FC dengan skor 8-1 di babak final yang berlangsung Baishawan Park Qingdao, Cina, Jumat (16/08/2019) pagi.

Gelar semakin lengkap lantaran Mokhamad Hanif dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) atau pemain terbaik.

Selain itu, tim IJSL Cipta Cendikia mendapatkan penghargaan khusus dari wasit Gothia Cup China yaitu "Team Fair Play".

Pembina IJSL Cipta Cendikia, Syamsu Djalal, mengaku bangga akan catatan tersebut. Terlebih, didapat jelang perayaan ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada, 17 Agustus 2019.

"Apa yang diraih para pemain ini menjadi kado yang indah. Sangat luar biasa. Ini adalah sebuah kejutan dari kerja keras pemain. Kami harap ini menjadi motivasi juga untuk banyak pihak lainnya agar bisa berprestasi membanggakan Indonesia di kancah dunia," kata Syamsu Djalal.

Eks pengurus PSSI, Bob Hippy--yang juga pembina IJSL Cipta Cendikia--mengatakan sejak awal keberangkatan, tim diharapkan dapat belajar membangun kekompakkan dan sekaligus menimba pengalaman selama bertanding dengan tim dari negara-negara lain di Cina.

"Ini juga menjadi buah kerja keras para pembina di kelompok umur, sepak bola akar rumput, dan kami juga berusaha terus komitmen. Kami akan terus mengakomodir talenta muda pesepak bola Indonesia dengan memutar kompetisi reguler yang selama ini digadang-gadang seluruh publik sepak bola nasional," katanya.

Pelatih IJSL Cipta Cendikia, Asep Padian dan Gilang Ramadhan mengatakan di babak fase grup, pihaknya keluar sebagai juara Grup 7.

Sementara Hendra Harsono, Ketua IJSL Cipta Cendikia, mengatakan agar kualitas pemain muda di Tanah Air semakin baik, maka pembinaan yang harus dilakukan di antaranya mengirim tim ke luar negeri.

Menurutnya, kemampuan bermain seorang pesepak bola tak hanya dibentuk instan atau selama beberapa bulan.

Tim IJSL Cipta Cendikia merupakan tim yang diperkuat pemain hasil seleksi oleh tim T-Eleven, mantan penggawa timnas Dede Sulaiman dan Berthi Tutuarima.

"Kemampuan mereka dibentuk dari serangkaian latihan keras dan pengalaman bertanding selama bertahun-tahun. Proses panjang inilah, yang pada akhirnya membentuk seorang pemain menjadi pemain berkualitas, dengan level konsistensi relatif awet tidak instan. Ibarat buah, mereka matang secara alami, bukan hasil karbit, karena melewati proses yang semestinya," ucapnya.

Hasil ini sekaligus membuat tim IJSL Cipta Cendekia mempertahankan gelar juara. Tahun lalu, mereka juara setelah mengalahkan wakil Korea Selatan A One FC dengan skor 4-2 di Lapangan Tian He, Qingdao, Sabtu (18/8/2018).

Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved